Hebohkan Taman Sri Baduga, Purwakarta Gelar Festival Burung Berkicau

0
534
Istimewa
LIPUTAN1.COM, PURWAKARTA – Sejak ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia, Air Mancur Taman Sri Baduga terus berinovasi dalam mendatangkan kunjungan wisatawan. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menggandeng komunitas pecinta burung lewat Festival Burung Berkicau Piala Dedi Mulyadi untuk meningkatkan pamor air mancur terbesar di Asia Tenggara tersebut pada 1 Oktober 2017, mendatang.
Ketua pelaksana Piala Dedi Mulyadi, Agung Satria Putra mengatakan, BnR selaku Event Organizer sengaja menggelar event ini, untuk mengenalkan obyek-obyek wisata di wilayah Purwakarta, khususnya Taman Sri Baduga kepada penghobi burung di Indonesia.
“Piala Dedi Mulyadi ini merupakan event regional, yang datang nanti tidak hanya regional tetapi kicaumania dari seluruh Indonesia akan hadir. Ini juga untuk meyakinkan masyarakat bahwa Taman Sri Baduga ini wajib dikunjungi karena keindahannya luar biasa,” ujar Agung, Rabu (20/9).
Agung berharap, kicaumania yang mengikuti lomba tidak hanya sekadar lomba, tetapi bisa membawa serta keluarganya untuk berwisata. Disebutkannya, di sekitar Taman Sri Baduga juga masih banyak obyek wisata yang menarik.
“Kicaumania bisa membawa keluarganya. Karena selain Taman sri Baduga ini, masih banyak lagi obyek wisata menarik lainnya seperti Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Jatiluhur Waterworld, Giri Tirta Kahuripan, Goa Jepang dan Belanda, Curug Cipurut, Situ Wanayasa dan lainnya,” ungkap Agung.
Agung menambahkan, untuk seremonial lomba nanti, rencananya akan menggandeng seniman Purwakarta untuk menampilkan tarian khas dan karya seninya untuk menghibur pengunjung. Bahkan, untuk juri dan panitia juga akan berpakaian adat khas Purwakarta.
“Tidak hanya lomba saja nanti, kita berencana akan menggandeng seniman Purwakarta seperti tari-tarian budaya dan seni lainnya yang juga menjadi ciri khas Purwakarta,” terang Agung.
Untuk penginapan, Agung meyakinkan di sekitar Taman Sri Baduga sangat tersedia dengan berbagai fasilitas atau kelas. Selain hotel, Purwakarta juga banyak terdapat Home Stay yang bisa menjadi alternatif wisatawan. Menariknya, penginapan ini masih banyak yang dalam bentuk bangunan kuno jaman Belanda.
“Mengingat Taman Sri Baduga ini adalah tempat wisata, otomatis fasilitas penginapan sangat tersedia. Khusus event ini kita sudah bekerja sama dengan hotel-hotel dan homestay yang ada di Purwakarta. Jadi, malam hari sebelum lomba, peserta bisa melihat pertunjukan gratis air mancur menari-nari sambil menikmati aneka kuliner khas Purwakarta. Apalagi Taman Air Mancur Sri Baduga dilengkapi dengan lebih dari 5.000 tempat duduk,” beber Agung.
Urusan kuliner, Purwakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki banyak tempat wisata kuliner yang sangat enak dan lezat. Purwakarta memang kesohor dengan sate marangginya. Namun, primadona kuliner di sana bukan hanya itu. Pengunjung juga bisa menikmati Soto Sadang, Colenak Bendul, Manisan Pala dan banyak lagi.
Piala Dedi Mulyadi akan digelar satu lapangan dengan 36 kelas burung yang dilombakan dengan total hadiah yang disediakan mencapai ratusan juta rupiah. Sementara, panitia lomba menargetkan 3.000 peserta dan 6.000 pengunjung.
“Piala Dedi Mulyadi hingga saat ini animonya sangat bagus. Untuk pemesanan tiket saja sudah mencapai 70 persen saat ini. Terbesit juga di kami untuk menambah lapangan mengingat animonya luar biasa, tapi kita lihat saja nanti,” pungkas Agung.
Bupati Purwakarta yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi ini mengingatkan pentingnya konservasi satwa burung demi keseimbangan alam. Sebab itu, di event Piala Dedi Mulyadi nanti, rencananya akan dilakukan pelepasab burung untuk konservasi.
“Saya berterima kasih telah diberikan kesempatan mengenal lebih dalam lagi soal burung. Karena saya sendiri memang suka burung. Namun kita perlu melestarikan burung-burung agar masih bisa didengar di alam bebas. Nanti secara bertahap kita terus melakukan konservasi burung,” ujar Kang Dedi.
Ia mengajak dan mengundang kepada semua penghobi burung untuk hadir dalam Festival Burung berkicau Piala Kang Dedi Mulyadi ini karena akan digelar disepanjang arena Wisata Kuliner dari lapang Sahate sampai area Gedung Kembar-Purwakarta.
“Silakan datang ke Taman Sri Baduga. Kita bersama-sama mendengarkan indahnya kicauan burung dan menikmati beragam kulinernya,” ajak Kang Dedi.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah Bupati Dedi Mulyadi yang terus berupaya memperkenalkan Taman Sri Baduga yang dulu diresmikannya. Menpar Arief Yahya mengatakan, taman yang memiliki luas sekitar dua hektar tersebut masuk ke dalam lima top destinasi wisata di Indonesia yang nantinya akan direkomendasikan pada wisatawan domestik dan mancanegara.
“Taman Sri Baduga masuk top five destination pariwisata Indonesia. Masyarakat Purwakarta harus bangga karena punya taman terbesar dan terindah se-Asia Tenggara,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu berhalangan hadir pun akan menyempatkan diri dalam lain waktu untuk menyaksikan langsung pertunjukan air mancur menari tersebut.
Arief mengatakan, Kabupaten Purwakarta memiliki modal kuat untuk menjadi daerah unggulan wisata di Indonesia. Pasalnya rumus pariwisata yakni Atraksi, Akses, dan Amenitas (3A) telah dimiliki oleh kabupaten yang dikenal dengan kuliner sate maranggi itu.
Dari sisi atraksi Kabupaten Purwakarta memiliki agenda yang cukup banyak bahkan September ini juga akan ada balap sepeda Tour The Jatiluhur yang melibatkan puluhan pembalap kelas internasional. Dari segi akses pun Purwakarta berada di tengah dua market besar yakni Jakarta dan Bandung.
“Hanya tinggal amenitas harus ada seperti Nusa Dua. Tapi kami sudah mendapatkan kabar bahwa Pak Bupati sudah menyiapkan di Sukasari (Jatiluhur-Kampung Cai) seluas seribu hektar,” tuturnya.
Lebih lanjut Arief pun meminta agar masyarakat terutama para pemuda Purwakarta untuk lebih kreatif terutama turut mempromosikan potensi wisata agar lebih dikenal oleh wisatawan domestik dan mancanegara
“Setiap minggu bahkan setiap hari anak muda wajib promosi wisata. Jadikanlah Purwakarta destinasi dunia,” pungkas Menpar Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here