Sasar MICE Mancanegara, Kemenpar Dukung IHGMCE Nusa Dua Bali

0
633
MICE Nusa Dua Bali

Liputan1.com-Sasar MICE Mancanegara, Kemenpar Dukung IHGMCE Nusa Dua Bali

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan brandingnya Wonderful Indonesia terus gencar menjaring kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk melalui kegiatan wisata Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

Kali ini, yang disasar adalah kegiatan MICE di Bali yang bertajuk “Indonesian Hotel General Manager Conference & Exhibition (IHGMCE) yang akan dilangsungkan pada 20-21 September 2017, di Nusa Dua Convention Centre, Bali.Kegiatan ini merupakan kolaborasi Bimatama Inter Kreasi dengan IHGMA dan didukung Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, PHRI, ASITA, dan ASPERAPI.

“Tema yang diambil “Intensifying Productivity and Global Market Share at IHGMCE Table Top. Bersama memajukan bangsa lewat peningkatan kualitas para GM lokal agar lebih professional dan berdaya saing tinggi,” kata Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA), Wishnu Al Bataafi.

Wishnu menambahkan, akan hadir sebagai pembicara dalam acara IHGMCE ini adalah Chairman PATA, Peter Simone, CEO Archipelago, John M Flood, International Executive Director of ICBET, George Ubbelohde, dan CEO, serta Manager Eco Resort di Tiger Island, Roderick Des Tombe. Hadir pula Country of Director of Agoda.com, Gede Gunawan.

“Ada dua sasaran yang dibidik, sebagai promosi untuk industri hospitality di Indonesia. Sementara bagi kalangan General Manager untuk memperluas networking di dalam negeri dan luar negeri (ASEAN) dengan tujuan dalam meningkatkan sumber daya manusia dan kompetensinya dalam daya saing para GM yang profesional, berintegritas dan networking yang sangat luas, terutama juga dalam peningkatan wisatawan MICE,” lanjutnya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, dalam kegiatan ini akan dihadiri kurang lebih 1000 partisipan dari dalam dan luar negeri.

“Peserta dari International Hotel General Manager Conference & Eshibition (IHGMCE), sebagian besar pesertanya berprofesi sebagai general manager hotel dan villa seluruh Indonesia, juga hadir 150 buyer dari dalam dan luar negeri serta para vendors yang berjumlah 40 termasuk Travel Agent Overseas yang berasal dari 5 Negara seperti China,Taiwa,Korea, Malaysia dan Singapura,” kata Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Eddy Susilo.

“Meski pokok bahasannya non pariwisata, namun Bali dengan segala magnet keindahannya sudah pasti akan menarik minat para peserta,” ujarnya.

Usai mengikuti acara konperensi internasional, para peserta bisa menikmati Bali dengan segala keindahannya.

“Mau wisata bahari dengan segala watersport-nya seperti diving, surving, snorkeling, fishing, dan lainnya? Bali adalah surganya. Mau berwisata budaya dengan keramahan penduduknya? Bali jagonya. Mau berwisata kesehatan, kebugaran dan kecantikan? Bali memiliki Spa berskala internasional yang berhasil menyabet berbagai penghargaan dunia. Dan masih banyak lagi obyek wisatanya seperti desa adat, danau, gunung dan lainnya,” Esthy berpromosi.

Dan Kemenpar, imbuh Esthy , memang fokus pada wisata MICE. Tidak hanya Bali yang sudah dikenal dunia, tapi juga kota-kota lain yang memiliki objek wisata serta fasilitas convention hall, lengkap amenitasnya,” ujar Esthy diamini Eddy Susilo.

Ditambahkan Eddy Susilo, untuk fasilitas MICE, Bali juga lengkap, memiliki lebih dari 53.000 kamar hotel, sejumlah tempat konferensi dan bermacam obyek wisata menarik dan sudah mendunia seperti Kuta, Nusa Dua, Pelabuhan Benoa, dan Safari Gajah di Ubud. “Pulau Dewata ini pun mempunyai kegiatan dan festival tetap per tahunnya seperti Nyepi dan Galungan dan puluhan even lainnya,” ungkap Eddy.

Bagi Menpar Arief Yahya, harum Bali sudah merebak di mana-mana. Mungkin dunia sudah tahu bahwa Indonesia adalah Bali. Maka tidak heran Bali disebut sebagai “jendela pariwisata” Indonesia, sangat efektif dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara,termasuk wisata MICE,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bali juga mempunyai sekurangnya 5 hotel dan resort mewah yang dilengkapi ballroom besar antara lain The Westin Resort dengan 346 kamar hotel dan BICC, Laguna Resort & Spa Nusa Dua dengan balroom seluas 722 meter persegi, 6 ruang pertemuan, dan 271 kamar hotel, Ayodya Resort Bali dengan ballroom seluas 481 meter persegi, 14 ruang pertemuan, dan 519 kamar hotel, Grand Hyatt Bali dengan ballroom berkapasitas lebih dari 1.500 kursi, 25 ruang pertemuan, dan 648 kamar hotel, serta Melia Bali Villas and Spa Resort dengan ballroom seluas 572 meter persegi, 5 ruang pertemuan, dan 494 kamar hotel.

“Melihat kelengkapan fasilitas MICE, kestrategisan lokasi, kenyamanan dan keamanan serta kebaragaman obyek wisatanya, wajar bila Bali kian diminati sebagai lokasi MICE tingkat internasional. Bali menjadi venue sejumlah pertemuan dan acara terkait ASEAN Summit untuk tingkat kepala negara dan menteri, terebih setiap acara MICE itu transaksinya banyak yang terjadi dan potensi transaksi MICE tiap tahunnya bisa mencapai Rp 400 triliun. Bukan angka yang kecil buat pertumbuhan ekonomi negara,”pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here