Pelari Kenya Juara Karangasem Marathon 2017, Pesona Bali Timur Hipnotis Peserta Lari

0
750
Pelari Kenya Juara Karangasem Marathon 2017, Pesona Bali Timur Hipnotis Peserta Lari

Liputan1.com-Pelari Kenya Juara Karangasem Marathon 2017, Pesona Bali Timur Hipnotis Peserta Lari

Gelaran Karangasem Half Marathon 2017 berlangsung meriah. Sebanyak 700 peserta dari 3 kategori lari marathon berlomba menjadi yang terbaik di Taman Sukasada Ujung, Karangasem, Bali, Minggu, (17/9).

Untuk kelas tertinggi, Pelari asal Kenya David Kibet berhasil menjadi kampiun di kelas kategori Putra 21 KM. Untuk pelari wanita di kelas yang sama, diraih pelari asal Indonesia Abigail Dwi. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nuantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata Ni Putu G. Gayatri mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia maupun para peserta yang ikut dan menikmati keindahan Bali Utara tersebut.

Kata Gayatri, pihak panitia sengaja mengambil start dan finish di tempat sama guna memperingati hari jadi ke-96 tahun taman Sukasada Ujung tepat hari ini. Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri dan Gayatri mendapatkan kehormatan melepas para peserta. ” Terima kasih dan selamat menikmati keindahan di Timur Bali, perlombaan ini membuktikan bahwa keindahan Bali bukan hanya ada di Selatan Bali, namun juga banyak di Bali Timur,”kata Esthy yang juga diamini Gayatri.

Direktur Lomba Karangasem Run Half Marathon, Miftah Muhammad Wazni juga menjamin bahwa peserta mendapatkan pengalaman baru di perhelatan Karangasem Run Half Marathon 2017. “Kami memang merancang jalur juara, baik juara view (pemandangan) dan tantangan kepada para peserta. Kami juga menyiapkan jalur dengan pemandangan Gunung Agung untuk memikat para peserta di samping kontur jalan perbukitan dan hamparan sawah, mereka akan terhipnotis Karangasem di Bali Timur ini,” ujar Miftah.

Dalam acara tersebut, panitia mengambil rute jalur destinasi wisata di Karangasem, para peserta antusias berlari melintasi rute-rute dengan pemandangan eksotis di pesisir pantai timur pulau Bali dengan hamparan sawah dan perbukitan. Para peserta bukan cuma didominasi orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Peserta dari kategori 5K bahkan berhenti lebih lama berhenti di pos water break. Bukan sekadar minum, mereka berbondong-bondong berfoto dengan latar belakang matahari terbit di Gunung Agung. Para peserta terhipnotis dengan keindahan gunung api di Bali ini. Mereka mengabadikan pemandangan ini di tengah- tengah lomba sehingga membuat jalur ini menjadi padat dengan peserta selfie.

Selain menggelar lomba lari, panitia juga menggelar beragam olah raga lain berupa senam zumba dan yoga di dalam Taman Sukasada Ujung. Bupati Karangasem, I Gusti Ayu dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa menyempatkan diri mengikuti senam pernapasan yoga.
Esthy juga berharap agenda lari marathon ini menjadi agenda tahunan tetap. “Karena tahun ini baru pertama kali, saya berharap agenda ini anual (tetap). Bukan hanya menjadi half marathon , tetapi menjadi marathon penuh,” kata Esthy yang juga diamini Ni Putu Gayatri.

Ni Putu Gayatri mengaku senang dengan antusiasme para peserta di mana mereka juga menikmati keindahan alam pegunungan Gunung Agung. “Tujuan sport tourism berarti tercapai. Bukan cuma berolahraga tetapi mereka juga menikmati pemandangan Gunung Agung dan alam Karangasem,”katanya.

Seperti diketahui, selain efisien, lari telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Panitia membagi lari marathon ini dalam tiga kategori 5K, 10K, dan 21K. Peserta berasal dari 80 negara antara lain berasal dari India, Malaysia, Singapura dan Jepang. Praktis, event wisata olahraga berskala internasional ini membuat Karangasem semakin mendunia.

Mengambil start dari Taman Ujung Bali pada pagi hari, para peserta bakal disuguhi pemandangan alam eksotis dengan kontur jalan naik-turun di sisi pantai lengkap dengan hamparan sawah dan lansekap perbukitan. Grafik kunjungan wisatawan domestik maupun internasional selama 4 tahun terakhir ke Karangasem menunjukkan grafik signifikan. Tercatat, lebih dari 5 ribu wisatawan mengunjungi Karangasem sebagai destinasi wisata selama rentang 2012 sampai 2016.Bagi Menteri Pariwisata, Arief Yahya, event sport tourism, termasuk lari jarak jauh bisa menjadi senjata untuk mempromosikan destinasi wisata. Bukan cuma di Bali, tetapi destinasi wisata lain di Indonesia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here