INASGOC Tekankan Peraturan Standar Asia di Test Event Sports Climbing

0
377
Istimewa
LIPUTAN1.COM, CIKOLE-Hari kedua pertandingan test event sport climbing yang diadakan di Cikole, Bandung Barat,Jawa Barat berjalan sesuai rencana, Kamis (7/9). Jika pada tiga test event sebelumnya digelar di venue dan lokasi sama dengan yang akan digunakan saat Games Times nanti, maka pada kejuaraan bertajuk, 1st National Series Sports Climbing ini, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) ingin menguji kesiapan dan kualitas panitia penyelenggara yang didominasi anggota FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia). Pertandingan sports climbing saat Asian Games 2018 akan digelar di Jakabaring Sports City, Palembang, Sumatera Selatan.
“Di test event sport climbing ini kami tidak menguji coba venue dan kesiapan atlet seperti pada test event sebelumnya karena cabang sports climbing akan digelar di Palembang. Kami melakukan test event di Cikole ini untuk menguji kesiapan dan penerapan aturan pertandingan oleh panpel agar sesuai standar Asia. Apalagi perwakilan federasi panjat tebing Asia juga hadir di sini,” ucap Djoko Pramono, Wakil Deputi I Games Operation INASGOC.
Oleh sebab itu, Djoko Pramono berharap panpel bisa menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin demi sukses saat Asian Games 2018 berlangsung. “Ajang ini hanya diikuti atlet-atlet nasional. Peserta asing, terutama dari Asia sebenarnya ingin ikut, namun uji coba ini bertepatan dengan persiapan mereka menuju Asian Sport Climbing Championship 2017 di Iran, bulan September ini,” tambah Djoko.
FPTI sebagai pelaksana lapangan menyatakan kesiapan menyukseskan kejuaraan nasional ini. “Perangkat pertandingan dalam cabang ini meliputi panitia pelaksana (Panpel), Ofisial Kompetisi dan Tim Teknis yang berjumlah 90 personil. Perangkat pertandingan inilah yang dalam test event ini akan di ujicoba sesuai standar Asia,” jelas Rudy Fitrianto, ketua pelaksana kejuaraan
Di pentas Asian Games, sports climbing baru pertama kali tampil. Namun di ajang Asian Indoor Games (AIG), cabang ini sudah mentas sejak AIG 2005 di Thailand. Saat itu, Indonesia mendapatkan tiga medali, yakni medali emas dan perunggu di nomor speed putri, serta perunggu di nomor speed putra. Indonesia memang unggul di nomor speed world record. Sedangkan, nomor boulder dan lead dikuasai Jepang, Korsel dan China.
Sementara itu, pada pertandingan hari ini (Kamis, 7/9/2017) di nomor speed world record relay team putra,  M. Salim (Jatim), Ravianto Ramadhan (DKI Jakarta), Rachmat Adi Mulyono (Jatim) meraih medali emas dengan total waktu 21,055 detik. Medali perak dimenangkan Alvian M. Fajri (Jateng), Gigih Prihartono (DIY) dan Marthadinata (Sumsel) dengan total waktu 21,855 detik. Medali perunggu dimenangkan Wira Hutanianto (Sumsel), Sutrisno (Jateng), Amudin (Jabar) dengan total waktu 23,665 detik.
Sedangkan di kategori putri, medali emas dimenangkan Fifi Lia Anggraini (Jatim), Nindi Febrianti (Jatim) dan Nova Bina Wardani (Kaltim) dengan total waktu 37,04 detik. Nur Alvita Rahma (DKI Jakarta), Kharisma Ragil Rakasiwi (Jatim), Novi Cahya Wardani (Kaltim) meraih medali perak dengan total waktu 38,34 detik. Medali perunggu direbut trio, Widia Fujiyanti (Jabar), Ndona Nasugian (Jateng) dan Defi Rahmiati (Jateng) dengan total waktu 39,23 detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here