Yuk, Ngejazz di Pantai Cacalan Banyuwangi

0
383
Istinewa
LIPUTAN1.COM, BANYUWANGI – Banyuwangi sepertinya tidak mengenal kata lelah dalam menggelar festival kelas dunia. Hampir tiap minggu selalu ada saja ide menarik kabupaten yang berada di ujung timur pulau Jawa ini. Yang terdekat, ada Banyuwangi Beach Jazz Festival (BBJF) yang siap digelar, Sabtu (2/9) di Pantai Cacalan, Banyuwangi.
“Biasanya digelar di Pantai Boom. Tapi tahun ini digelar di Pantai Cacalan karena Pantai Boom masih tahap penataan untuk pengembangan marina atau dermaga yacht-yacht dari luar negeri yang akan bersandar di Banyuwangi. Festival ini akan memadukan musik jazz, musik tradisional, dan suasana pantai,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Muhammad Yanuarto Bramuda, Rabu (30/8).
Pantai Cacalan yang bakal menjadi tempat perhelatan acara ini terletak di sisi utara yang berjarak hanya 3 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Panoramanya dijamin indah lantaran Pantai Cacalan tengah dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.
Bintang tamunya? Dijamin istimewa. Bram, panggilan akrab Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, ajang yang telah digelar sejak 2013 tersebut akan menampilkan musisi Jazz ternama Indonesia seperti Syaharani and Queenfireworks (ESQI:EF). Dan semua suguhan menarik tadi, bisa dinikmati mulai pukul pukul 15.00 WIB.
“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda di ajang jazz pantai tahun ini. Kalau biasanya yang tampil musik jazz rasa pop, kali ini akan lebih kental nuansa jazz-nya. Dan yang tampil juga kelasnya sudah go internasional,” kata Bram.
Bram memang tak asal bicara. Syaharani adalah diva jazz dengan rekam jejak panjang dan teruji. Syaharani membentuk grup ESQI:EF bersama Didit Saad, mantan gitaris grup band PLASTIK yang juga seorang produser musik dan sound engineer. Selain itu, ada pula gitaris kawakan Donny Suhendra yang juga guru tersohor di bidang musik.
“Kehadiran Syaharani dan kawan-kawan semoga bisa menginspirasi anak-anak muda kami dalam bermusik. Syaharani adalah satu dari sedikit musisi yang konsisten di jalur jazz,” ujar Bram.
ESQI:EF pun tak kalah hebatnya. Selain Didit Saad dan Donny Suhendra, ESQI:EF juga digawangi sejumlah musisi hebat nasional. Sebut saja Hentriesa Yulmedia seorang drummer nasional dengan segudang prestasi baik didalam maupun luar negeri. Bersama Elfas Secioria, Hentriesa ini sempat menelurkan lagu hits “Pesta”.
“Tidak hanya menampilkan musik jazz, Syaharani juga akan berkolaborasi dengan seniman Banyuwangi, dengan seni kuntulan Banyuwangi yang kuat dalam perkusinya,” ungkap Bram.
BBJF 2017 juga menjadi sarana unjuk kreasi bagi lima band pelajar yang terpilih lewat kompetisi Student Jazz Festival belum lama ini. Mereka akan tampil di atas panggung yang sama dengan Syaharani dan ESQI:EF. “Pasti menjadi pengalaman inspiratif bagi mereka,” tambahnya.
Dan yang perlu dicatat, BBJF 2017 merupakan bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival 2017 yang digelar setiap tahun. Selain BBJF, nuansa musik jazz lain bakal digelar di kaki Gunung Ijen pada ajang Banyuwangi Ijen Summer Jazz, 6-7 Oktober mendatang.
Terkait pelaksanaan Banyuwangi Beach Jazz Festival, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengaku kagum dengan program Bupati Azwar yang dinilainya sangat pro pariwisata. Menurut Arief, Bupati Azwar bisa menjadi sosok yang patut dicontoh untuk membangun potensi pariwisata di tanah air. “Sukses tidaknya sebuah daerah membangun pariwisatanya, sangat tergantung pada keseriuan kepala daerahnya! Banyuwangi bisa dijadikan contoh konkret,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here