Kemenpora Berikan Sertifikat Penghargaan Bagi Almarhumah Aritya S

0
685

LIPUTAN1.COM, LUWU-Sebagai bentuk dukungan dan perhatian kepada almarhumah Aritya S, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang meninggal dunia, Kemenpora memberikan sertifikat penghargaan Pemuda Hebat.
Pemberian sertifikat tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Bidang Promosi dan Penghargaan Pemuda Kemenpora Abri Eko Noerjanto Pada Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda, ke kedua orang tua almarhumah dikediamannya, di Desa Wonorejo Timur Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (26/8) dini hari.
Menurut Abri Eko, pemberian penghargaan ini dilakukan Kemenpora sebagai wujud rasa bangga dan simpati kepada kerja keras almarhumah Aritya S yang dengan gigih dan tekun mengemban tugas sebagai seorang Paskibra.
“Ketika mendengar kabar duka para Paskibraka yang meninggal di daerah,  Pak Menpora Imam Nahrawi langsung meminta informasi lebih lanjut dan mempersiapkan sertifikat agar bisa diserahkan kepada pihak keluarga secara langsung. Maka dari itu saya kesini mewakili Kemenpora memberikan sertifikat penghargaan ini kepada keluarga almarhumah, dan menyampaikan turut bela sungkawa dari Pak Menpora Imam Nahrawi. Sertifikat Penghargaan ini dinamakan Pemuda Hebat, yang mencerminkan perjuangan almarhumah sebagai sosok Paskibra yang tangguh,” tutur Abri Eko kepada Syamsuddin, Ayah dari almarhumah Aritya di Luwu.
Menanggapi hal ini, Syamsudin mengaku berterima kasih kepada Kemenpora yang telah memberikan perhatian kepada almarhum melalui sertifikat penghargaan Pemuda Hebat ini.
“Tentunya saya ucapkan terima kasih atas kehadiran perwakilan Kemenpora yang sudah mau hadir dari jauh untuk menyampaikan sertifikat penghargaan ini. Semoga sertifikat ini menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, khususnya sebagai seorang Paskibra,” kata Syamsudin.
Seperti diketahui almarhumah Aritya belum sempat menunaikan tugasnya mengibarkan bendera merah putih di HUT RI ke-72 pada Kamis, 17 Agustus 2017, dirinya sudah terlebih dulu mengembuskan napas terakhirnya, karena pada 13 Agustus, Aritya dilarikan ke RSUD I Lagaligo, Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, Sulawesi Selatan, usai mengeluh sakit dan sesak napas. Siswi kelas 10 SMAN 4 Luwu ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama dua hari sampai akhirnya mengembuskan napas terakhir pada tanggal 15 Agustus 2017, atau tepat dua hari sebelum dirinya tampil menjadi anggota di pasukan 17 dalam upacara peringatan HUT RI ke-72.
Tercatat pemberian sertifikat penghargaan Pemuda Hebat ini tidak hanya diberikan kepada almarhumah Aritya, namun juga kepada dua Paskibra lainnya yang juga meninggal dunia di daerah Pontianak, Kalimantan Barat dan Palu, Sulawesi Tengah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here