INASGOC Upayakan Isu Anti-Doping Tidak Terjadi di ASIAN GAMES 2018

0
394
Istimewa
LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pertemuan rutin OCA Medical Services Committee & Anti-Doping Commission kembali diadakan pada 4-6 Agustus 2017 di Jakarta dan pada 7 Agustus di Palembang. Pertemuan ini dibuka oleh Erick Thohir, Ketua Umum INASGOC-Asian Games dan dihadiri langsung oleh Chairman OCA Medical Services Committee & Anti-Doping Commision, Dr. Jegathesan Manikavasagam,  Direktur Medical & Doping Control INASGOC, Dr.dr. Leane Suniar Manurung, MSc, SpGk. dan juga para tim Dokter dari negara Asia berisikan agenda pemaparan strategi terkait medical services & anti-doping untuk Asian Games 2018.
“Kita semua tahu bahwa isu anti-doping banyak terjadi hampir di semua kegiatan multi event, bahkan di Rio 2012. Kami, INASGOC bersama OCA Medical Services Committee & Anti-Doping Commission Meeting menjalankan berbagai upaya dan strategi agar isu Doping tidak terjadi di Asian Games 2018,” Erick Thohir menyampaikan pada saat membuka pertemuan rutin para Dokter dari negara Asia untuk melihat apakah guidelines yang dibuat sudah sesuai atau belum dan memonitor pihak penyelenggara mengenai pelaksanaan mengenai medical services & anti-doping.
“Pelaksanaan OCA Medical Services Committee & Anti-Doping Commission Meeting menandakan kesiapan INASGOC. Tak hanya venue, atau pertandingan dengan terselenggaranya test event, pembahasan soal doping dan medis yang menjadi hal penting dalam setiap multi event agar kita siap menangani masalah medis yang muncul saat Games Times,” tambah Ketua Pelaksana INASGOC, Erick Thohir.
Departemen Medical Services & Anti-Doping bertugas melayani kesehatan Asian Games Family mulai dari atlet, official, para pendukung dan juga tes doping untuk atlet. Untuk medical services terdapat tiga tempat yakni medical station, medical center dan poliklinik. Medical Station  merupakan  tempat pertolongan pertama bagi Asian Games Family yang mengalami gangguan kesehatan.
Direncanakan, Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) akan bekerjasama dengan laboratorium terakreditasi WADA untuk mengontrol doping selama Asian Games 2018. Dikarenakan Indonesia belum mempunyai laboratorium doping yang terakreditasi WADA, maka untuk pesta olahraga Asia tahun depan, Medical & Doping Control INASGOC meminta bantuan dari laboratorium doping terakreditasi di India.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here