Limbah Plastik Mampu Hasilkan Aspal Berkualitas

0
843
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Penggunaan aspal di Indonesia kini sudah mulai dicampur dengan limbah plastik. Aspal yang dicampur plastil disebut memiliki kualitas yang lebih baik. Aspal itu sudah diterapkan dalam pembangunan jalan raya di Jimbarang, Bali.

Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanuddin menyampaikan tidak sulit untuk mencampur plastik dengan aspal‎, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana, sehingga bisa diterapkan pada pembangunan jalan di mana pun.

“Karena teknologi ini cukup mudah, semua bisa melakukannya. Saya harapkan bukan hanya Kementerian PU PERA yang akan mengimplementasikannya, tetapi hingga lingkup pedesaan pun bisa melakukannya, dengan memanfaatkan dana desa misalnya,” ungkap Safri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/7/17).

Menurutnya, untuk mengantisipasi kekurangn limbah plastik, pihaknya sudah bekerja sama dengan asosiasi pengelola sampah plastik. Misalnya, Asosiasi Pengelola Sampah Plastik (ADUPI). ADUPI di 16 kota bersedia untuk menyediakan sampah plastik.

Sementara, Kepala Badan Penelitian Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat , Danis Sumadilaga mengungkapkan  instansinya sedang melakukan standardisasi teknologi pencampuran aspal dengan limbah plastik tersebut. Sebagai informasi, teknologi tersebut ditemukan oleh seorang ilmuwan kimia dari India, Rajagopalan Vasudevan pada  2015. Sampai saat ini, India telah membangun jalan sepanjang lebih dari 25.000 km dari aspal berbahan limbah plastik ini.

“Nantinya kami akan membagikan kepada semua pihak yang akan membangun jalan dengan plastik ini yang modul untuk pembangunan jalan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk jalan besar atau jalan kecil,” terang Danis.

Menurutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, aspal yang menggunakan campuran bahan limbah plastik menghasilkan perkerasan jalan yang lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih murah.  Namun, untuk membangun jalan sepanjang 1 kilometer (km) dengan lebar 7 m, di Indonesia dibutuhkan 2,5 ton sampah plastik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here