Festival Dance Terbesar Ala Ibiza akan Warnai Langit Bali

0
605
Festival Dance Terbesar Ala Ibiza akan Warnai Langit Bali

Liputan1.com-Festival Dance Terbesar Ala Ibiza akan Warnai Langit Bali

Anda pernah ke Ibiza Spanyol? Atau ke Amsterdam, Belanda, mendengarkan musik dari DJ Internasional? Kalau hobi, tak perlu jauh-jauh ke Spanyol dan Belanda. Di Anantara Seminyak Bali. Anda juga bisa mendengarkan musik dari DJ Internasional. Yang ingin menonton langsung, silakan arahkan pandangan ke Pacha Bali Festival 2017, 18 Agustus 2017.

General Manager, Sekaligus Promotor Chairri Ibrahim dari Maxima Entertainment menyampaikan, Pacha Festival akan hadir untuk memberikan sensasi festival musik Electronic Dance Music (EDM) level internasional. Terkait pemilihan tanggal Chairri Ibrahim punya asalan sendiri memilih tanggal tersebut.

“Tanggalnya pas, karena pada bulan itu bertepatan dengan musim panas. Saya yakin banyak wisatawan dari Australia yang berlibur ke Bali. Target kami, evennya dikunjungi tiga ribu hingga lima  ribu wisatawan baik nusantara dan mancanegara,” ucap Chairri seusai Press Conference di kawasan Senayan, Kamis, (20/7).

Fstivalnya pun diset tak biasa. Dari paparan Chairri, Pacha Festival Bali ini akan hadir dengan konsep yang lebih intim ke pengunjung. Seluruh pengunjung akan dimanjakan dengan ultimate 360° festival experience .

“Melihat dari konsep yang kami tawarkan, dan proyeksi pengunjung serta deretan DJ dalam list kami, Pacha Festival ini akan jadi festival dance terbesar di Bali. Bayangkan saja, sebuah dance floor dilengkapi dance floor dan sofa, ditambah hamparan pasir putih dan bentang biru laut serta panorama sunset pantai Seminyak yang menawan. Asik kan?” terang Chairri.

Lineup-nya tentu saja nama-nama dunia. Semua akan dikolaborasikan dengan DJ top lokal. “Ada 10 DJ dari Indonesia dan International seperti Steve Angello, Fedde Le Grand, Roger Sanchez, Leroy Styles, Patrix Johnson, Danny Wade, Justin Strike, Moski Love, James Sullvian dan Dipha Barus JYAP menjadi list DJ asal Indonesia. Lihat saja keseruan di Amsterdam lewat YouTube. Acara ini akan jadi ‘the next big thing’-nya festival EDM di Tanah Air,” ujar Chairri.

Pacha sendiri, lanjut Chairri, merupakan salah satu dance club terbaik di dunia, yang dikenal dengan Club terbaiknya di Ibiza, Spanyol. Karenanya, Pacha Festival Bali akan menghadirkan pengalaman festival electronic dance terbesar di Pulau Dewata. “Gelaran Pacha Festival 2017 akan mewarnai langit Bali, dengan alunan musik dari deretan DJ internasional ternama untuk pertama kalinya,” katanya.

Terkait lokasi acara, Chairri memiliki alasan khusus mengapa memilih Bali dan Anantara Seminyak sebagai even berskala Internasional ini. Yang pertama, Bali sudah banyak dikenal di dunia dan menjadi destinasi terbaik dunia 2017 versi TripAdvisor. Itu artinya, Chairri tidak perlu bersusah payah mempromosiakan even ini.

“Alasan lainnya, Anantara Seminyak Bali Resort telah beberapa kali memenangkan penghargaan sebagai luxury resort terbaik. Nantinya Anantara akan disulap menjadi surganya para pecinta EDM untuk merayakan Beach Party Festival pertama di Bali. Nilai tambah lainnya, ada balutan keajaiban sunset yang perlahan berubah menjadi hingar bingar glamor malam festival dalam ayunan set list DJ dan Panorama,” ujarnya.

Tiket sendiri sudah mulai dijual kepada publik sejak hari ini melalui website www.pachafestivalbali.com. “Untuk tahap pertama ini kami menjual tiket GA (General Admission) seharga Rp. 565.000, termasuk tax dan handling fee. Selain itu tiket VIP seharga Rp 1.665.000, termasuk tax dan handling fee,” ujarnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Pacha Bali Festival 2017. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini. Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Bali. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan deretan DJ dunia yang tampil di Indonesia.

Selain itu, event ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here