Inilah Alasan Presiden Jokowi Blokir Telegram

0
491
Istimewa

LIPUTAN1.COM, JAKARTA-Pemerintah memutuskan untuk memblokir Telegram yang disanyalir digunakan oleh kelompok terorisme. Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah sudah lama memperhatikan media sosial Telegram tersebut. Akhirnya, Pemerintah memutuskan untuk diblokir.

“Pemerintah kan sudah mengamati lama, mengamati lama, dan kita kan ini mementingkan keamanan, keamanan negara, keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan,” tegas pria yang akrab disapa Jokowi usai meresmikan Akademi Bela Negara (ABN), Jakarta Selatan, Minggu (16/7/17).

Ia mengungkapkan ada ribuan yang dikategorikan mengganggu keamanan negara lewat media Telegram itu.

“Kalau memang tidak hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam, ribuan yang ada di situ yang dikategorikan akan menganggu keamanan negara ini, menganggu keamanan masyarakat. Dan kita lihat aplikasi-aplikasi yang lain yang bisa digunakan,” ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Kementerian Komunikais dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap membuat banyak konten tentang radikalisme. Pemblokiran Telegram itu hanya dilakukan pada versi web. Menkominfo Rudiantara menyampaikan pihaknya mendapati banyak konten terkait dengan terorimse. Ada 700 halaman terkait konten berbau radikalisme.

“Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris,” terangnya, Sabtu (15/7/17).

Salah satu alasan beberapa kelompok radikal berpindah ke Telegram adalah aplikasi pesan itu susah terlacak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here