Terkait Masalah Pengundian Sepak Bola, KOI Tidak Terbebani

0
352
Istimewa

LIPUTAN1.COM,JAKARTA-Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengaku pasrah terkait masalah undian cabang olahraga sepakbola di SEA Games 2017 Malaysia yang dinilai sebagai banyak pihak tidak adil.

Menurut Ketua Umum KOI Erick Thohir, undian yang menguntungkan tuan rumah sangat wajar, hal itu sudah banyak terjadi di berbagai perhelatan SEA Games sebelumnya, sehingga tidak perlu berlebihan dalam menanggapinya.

Seperti diketahui, pengundian cabang olahraga sepakbola pada ajang SEA Games 2017 sudah menjadi kontroversi sejak lama. Sebab, tuan rumah timnas U-22 Malaysia diberi kebebasan untuk memilih grup. Selain itu, Malaysia dipastikan akan bergabung dengan grup yang jumlah timnya lebih sedikit (lima tim).

Dalam technical handbook SEA Games 2017 pada halaman 28 menyebut proses pembagian grup diawali dengan Thailand sebagai juara bertahan dan Myanmar sebagai runner up akan dipisah pada grup A dan grup B.

“Untuk undian kita lihat saja hasilnya. Loh memang namanya SEA Games begitu. Itu makanya KOI bersama-sama negara lain harus memperbaiki SEA Games, di mana ke depan harus ada mandatory Olimpiade harus seperti Asian Games karena ke depan ada Olimpiade. Itu yang saya bilang Indonesia makanya jangan ketinggalan kereta,” kata Erick di Jakarta, Senin (3/7/2017).

“Artinya tidak ada masalah? Kami pasti komplain tapi itu salah satu kelemahan SEA Games. Tapi apa mesti kita walk out? kan bukan solusi yang baik juga. Ya, tim SEA Games ini ke depan untuk Asian Games. Jadi ya harus diperbaiki lah,” katanya.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi meminta Chef de Mission (CdM) SEA Games, Aziz Syamsuddin, untuk melakukan negosiasi dengan Malaysia. Sebabnya, Imam Nahrawi merasa keberatan dengan sistem pengundian cabang sepakbola di SEA Games 2017 Malaysia.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here