Aduh, Kawanan Perampok Davidson Ternyata Berjumlah 11 Orang

0
743
Aduh, Kawanan Perampok Davidson Ternyata Berjumlah 11 Orang

Liputan1.com-Aduh, Kawanan Perampok Davidson Ternyata Berjumlah 11 Orang

Komplotan perampok sadis yang menggondol uang Rp350 juta serta menembak mati nasabah bank Davidson Tantono ternyata berjumlah 11 orang, dimana 7 sudah dibekuk kepolisian dan Empat lainnya masih diburu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menyebutkan 11 pelaku memiliki peran masing-masing yang dibagi menjadi lima tim saat menjalankan aksi perampokan. , namun semua dibawah kendali SFL yang merupakan sang kapten kelompok rampok sadis tersebut.

Kelimat tim itu, yang pertama adalah tim baret.

– Tim baret bertugas melakukan eksekusi apabila korban melawann. Ini dilakukan SFL. Safril .

– Tim pilot berperan mengemudikan sepeda motor yang dibonceng oleh eksekutor atau sang kapten. .

– Tim gambar yang berperan memilih calon korban di dalam bank yang mengambil uang banyak tanpa pengawalan.

– Tim cucuk, orang yang berada dalam tim ini bertugas melakukan gembos ban dengan cara memasukkan paku kedalam ban mobil saat berhenti di lampu merah.

-.Tim penghambat. Tugas tim ini adalah melakukan penghambatan menggunakan mobil kepada orang atau petugas yang mengejar sang eksekutor saat aksi kepergok.

Sebelumnya ada tujuh tersangka yang telah ditangkap dengan peran masing-masing saat beraksi.

SFL yang merupakan sang kapten pengatur strategi perampokan sekaligus eksekutor, SFR peran penghambat jika ada orang atau petugas yang melakukan pengejaran terhadap eksekutor, SCR kekasih SFL berperan menyewa apartemen untuk merencanakan aksi dan pembagian hasil.

Namun, SFL atau sang kapten tewas ditembak polisi lantaran melawan dengan mencoba merebut senjata api petugas saat diminta menunjukkan lokasi pembuangan senjata api.

Empat pelaku lain yakni DTK asal Lampung berperan sabagai mata-mata di dalam bank dan mencari sasaran korban,

IR asal Jawa Tengah berperan penggambar dan mata-mata di dalam bank memilih Davidson Tantono sebagai calon korban sekaligus wakil eksekutor dan pembagi hasil kejahatan yang juga seorang residivis kasus yang sama, TP asal Lampung berperan penggembos ban dengan cara memasukkan batang besi payung ke dalam ban mobil korban, dan M asal Padang Cermin, Lampung berperan sebagai penghambat dengan menggunakan mobil jika ada warga yang mengejar eksekutor.

IR juga tewas dengan luka tembak karena berusaha melawan petugas saat akan dilakukan pengembangan dengan menunjukkan lokasi persembunyian sang kapten, jasadnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri.

Seperti diketahui seorang pria tewas dengan kepala tertembak di SPBU 34-11712 Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat. Pria itu bernama Davidson Tantono, warga Tangerang, Banten. Ia tewas bersimpah darah setelah ditembak perampok saat mempertahankan uang Rp300 juta yang baru saja ia ambil dari bank untuk nasabahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here