Nyagub 2018, La Nyalla Bulat Ingin Jadi Penerus Pak De Karwo

0
690

Liputan1.com-Nyagub 2018, La Nyalla Bulat Ingin Jadi Penerus Pak De Karwo

Surat Terbuka untuk Gus Ipul, Khofifah, La Nyalla dan Moeklas, Berebut Kursi Gubernur Jatim, oleh H Tatang Istiawan

Gus Ipul, Khofifah, Moeklas dan La Nyalla,

Sebagai teman, saya mengapresiasi tiba-tiba Mas Nyalla, saya memanggilnya, berkeinginan nyagub (nyalon Gubernur) Jawa Timur.

Padahal beberapa bulan sebelumnya, dia dan rekan-rekannya memposting di grup beberapa WA, berfoto sambil memegang tangan erat Gus Ipul.

Kesan pertama saya mendengar rencananya nyagub, jujur, saya tidak percaya. Tetapi mengikuti intensitasnya menyapa publik dengan berbagai kegiatan sosial (sunatan masal, bagi takjil, safari ramadhan ke Pondok Pesantren, siaran penyejuk hati di dua TV lokal dan bazar produk kerajinan anggota kadin), saya baru percaya, dia serius maju sebagai calon Gubernur Jatim. Apalagi dia juga berkirim WA (WhatsApp) ke beberapa pengusaha tentang tekad dan kesiapannya menjadi Gubernur Jatim, bukan Cawagub.

Dengan berbagai kegiatan ini, La Nyalla, bulat ingin menjadi penerus Pak De Karwo, yang memiliki segudang prestasi dalam pembangunan di sebuah Provinsi yang berpenduduk 41 juta jiwa.  Dalam hitungan menggunakan konsep marketing politik, Mas Nyala sudah mulai menyiapkan aspek-aspek komunikasi politik. Antara lain siaran di TV-nya orang NU, rekaman shalawat, bikin film religi dan sowan ke berbagai kyai dan pondok pesantren.

Kedua, dalam mengaplikasikan marketing politik, Anda saya acungi jempol. Anda bersama tim LaNyala Academia, telah memformulasikan produk politik melalui pembangunan simbol, image, platform dan program ya kalangan santeri dan anak yatim. ( ini mungkin start sosialisasi Anda bersamaan memasuki bulan suci Ramadhan).

Sedangkan yang belum saya lihat nyata terkait Marketing politik terkait teknik marketing, strategi marketing, teknik publikasi, penawaran ide dan program, desain produk, serta pemrosesan informasi apa dan siapa La Nyalla, apa korelasi dengan institusi La Nyalla Academica serta bagaimana program konkrit membangun ekonomi kerakyatan (jatimnomic karya Pak De yang menggemparkan banyak akademisi), dalam kapasitas Anda sebagai Ketua Kadinda Jatim.

Bagi saya, posisi Anda sebagai Ketua Kadin Jatim adalah kedudukan yang sangat strategis. Maklum, Kadin adalah mitra birokrat dan wadah pengusaha. Dalam kedudukan strategi ini, Kadinda bisa mencatat dan menelaah kinerja pembangunan ekonomi kerakyatan yang telah diletakkan dasar-dasarnya hingga infrastrukturnya oleh Gubernur sekarang, Pak De Karwo.

Satu hal yang saya catat, konsistensi arah pembangunan ekonomi yang dilakukan Pak De Karwo adalah tetap membingkai spirit nasionalisme terkait pemerataan pembangunan, terutama menjaga keutuhan dan integritas bangsa sekaligus mengentas kelas menengah yang merupakan kelas ekonomi baru di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Konsep ini telah memberi manfaat bagi masyarakat, karena Pak De Karwo menjalin kerjasama yang harmonis dengan segenap jajaran, baik pemerintah,akademisi dan masyarakat serta pengusaha. Hal yang saya simak dari program-program Pak De Karwo sejak APBD untuk rakyat sampai Jatimnomic adalah ingin menjadikan menjadikan masyarakat di Jawa Timur memperkecil disparitas pendapatan antara pelaku ekonomi UMKM dengan pelaku ekonomi korporasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here