KPK Punya Alat Bukti Amien Rais Terima Dana Alkes Rp 600 Juta

0
453
Ini Alasan PAN Ajukan Amien Rais Jadi Presiden

Liputan1.com-KPK Punya Alat Bukti Amien Rais Terima Dana Alkes Rp 600 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah mengantongi bukti kuat Amien Rais menerima duit Rp 600 juta dari Soetrisno Bachir yang bersumber dari korupsi proyek pengadaan alat kesehatan. Setelah terungkap di persidangan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, fakta itu juga sudah disampaikan KPK kepada utusan Amien Rais, Senin siang (5/6).

“Kami jelaskan juga bahwa memang ada keterangan saksi dan bukti rekening koran (transfer uang ke Amien Rais), yang kemudian tentu saja tidak mungkin tidak disampaikan dalam proses persidangan ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6).

Amien Rais mengutus Wakil Ketua Umum PAN, Drajad Wibowo dan sejumlah politisi partai itu yang lain termasuk putranya, Hanafi Rais untuk menemui perwakilan KPK di Gedung Rasuna Said, Jakarta Selatan, siang tadi.

Menurut Febri, jaksa penuntut umum KPK merasa perlu membeberkan dugaan penerimaan uang oleh Amien dalam surat tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari lantaran uang itu dinilai berkaitan dengan kasus dugaan korupsi alkes di Kementerian Kesehatan.

“Karena ada rangakaian yang dipandang penuntut umum KPK saling terkait satu dengan lainnya,” tutur mantan aktivis ICW ini.

Amien sungkan tanya asal duit

Sementara Amien melalui utusannya, Drajad Wibowo berkilah tidak tahu asal muasal duit yang diterima dari mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir. Drajad mengatakan, Amien Rais memang tak menanyakan sumbr duit tersebut kepada Soetrisno karena sungkan.

Apalagi menurut Drajad, Amien mengaku kerap menerima bantuan uang dari Sutrisno. Sebab, hubungan mereka terbilang akrab karena merupakan sahabat karib sejak lama.

“Ini sudah puluhan tahun, sudah sahabat dekat. Sahabat dekat, tidak etis kalau sudah dibantu banyak nanya,” kata Drajad di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6).

Drajad menyatakan bahwa transfer dari SBF itu merupakan bantuan rutin yang diberikan kepada Amien sejak puluhan tahun silam. Pemberian bantuan ini pun telah diakui oleh Amien dan Sutrisno.

Menurut Drajad, bila jaksa penuntut umum KPK terlebih dulu meminta konfirmasi sebelum menyebut nama Amien dalam surat tuntutan Siti Fadilah, pasti kegaduhan seperti saat ini tak akan terjadi.

“Kalau seandainya waktu itu ada konfirmasi mungkin tidak akan begini,” tuturnya.

Jaksa penuntut umum KPK membeberkan para pihak yang turut menerima aliran uang dari SBF, yang diduga fee korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2005. Salah satu nama yang disebut adalah Amien Rais.

Dalam surat tuntutan jaksa penuntut umum KPK, Amien disebut menerima aliran dana hingga Rp 600 juta, yang ditransfer sebanyak enam kali.

Transfer kepada mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu pertama kali dilakukan pada 15 Januari 2007, kemudian 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007 dengan masing-masing transfer Rp100 juta.

Amien menerima uang tersebut dari Nuki Syahrun selaku Ketua SBF. Nuki merupakan adik ipar dari Sutrisno Bachir, yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Nuki Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah.

PT Indofarma merupakan perusahaan yang ditunjuk langsung Siti Fadilah untuk menggarap proyek alkes di Kementerian Kesehatan guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here