Militer Filipina Perang Terbuka dengan ISIS di Mindanao dan Marawi, 44 Tewas

0
1195
Militer Filipina Perang Terbuka dengan ISIS di Mindanao dan Marawi, 44 Tewas

Liputan1.com-Militer Filipina Perang Terbuka dengan ISIS di Mindanao dan Marawi, 44 Tewas

Filipina di bawah komando Presiden Rodrigo Duterte melakukan serangan perang terbuka melawan milisi Maute di kawasan Mindanao dan Marawi. Para milisi ini dituding terkait dengan kelompok ISIS.

Perang besar-besaran pasukan militer Filipina menghadapi kelompok pemberontak Maute di Kota Marawi ini pecah sejak kemarin malam, 25 Mei 2017 dan telah menewaskan 44 orang, 11 di antaranya pasukan militer Filipina.

Pertempuran untuk membebaskan kota Marawi dari cengkeraman kelompok Maute berlangsung sejak kemarin sore hingga hari ini.

Pasukan militer Filipina melancarkan serangan udara dan mengerahkan beberapa tank, helikopter, dalam operasi militer di Marawi, kota yang dihuni mayoritas muslim.

“Berdasarkan laporan, 31 terori baru saja diamankan dan 6 senjata berat telah ditemukan pasukan,” kata Brigjen Rolando Bautista, Komandan Divisi Satu Infantri Angkatan Darat Filipina seperti dikutip dari Inquirer, Juat (26/5/2017).

Pertempuran antara pasukan pemerintah Filipina dan kelompok Maute yang berafiliasi ke ISIS membuat ribuan warga Marawi mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Mengutip Al Jazeera, sekitar 200 ribu warga Marawi telah meninggalkan rumah mereka. Jarak Marawi ke Manila, ibu kota Filipina berkisar 800 kilometer.

Juru bicara militer Filipina, Jo-ar Herrera mengingatkan warga Marawi untuk segera keluar dari wilayah itu. Sekitar 40 milisi masih bersembunyi di wilayah itu.

“Kami telah mengidentifikasi target untuk kami bersihkan. Kami perlu mengamankan sisa-sisa kelompok teroris lokal itu,” kata Herrera.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer di kota Marawi dan seluruh Mindanao beberapa jam setelah pecah pertempuran antara pasukan Filipina dan Maute pada Selasa lalu.

Sementara itu, Wali Kota Marawi, Majul Gandamara mengatakan, semua pusat bisnis di Marawi tutup sehingga warga kesulitan membeli kebutuhan sehari-hari. Saat ini pertempuran antara pasukan militer Filipina untuk memberangus kelompok pemberontak jaringan ISIS, Maute sedang berlangsung di Marawi.

“Masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan mendasar mereka, seperti air dan makanan,” kata Gandamara kepada satu stasiun radio di Manila.

“Prioritas utama kami adalah memberikan makanan, air dan tempat tinggal sementara bagi para warga. Kami sedang mencari pusat evakuasi yang di lokasi itu tidak ada milisi ISIS dan jaringannya,” ujar Gandamara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here