SAMBUT RAMADHAN LA NYALLA SILATURAHMI KE KHR. MUHAMMAD ROFI’I BAIDHOWI

0
882

Liputan1.com-Sambut Bulan Suci Ramadhan, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Ir.H.La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan terus melakukan kunjungan/silaturahmi ke sejumlah pesantren dan kyai di Jatim. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

Pada Selasa (23/5) pendiri La Nyalla Academia itu mengunjungi Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan Madura, yang diasuh oleh KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi. Kedatangan La Nyalla diterima langsung oleh KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi, di kediamannya. KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi cicit ulama besar KHR. Itsbat bin Ishaq Pendiri Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar. 

Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang di rintis oleh KHR. Itsbat bin Ishaq pada sekitar tahun 1800 M. atau 1219 H. Dan setelah beliau wafat Kepemimpinan beralih ke putra beliau KHR. Abd. Hamid Itsbat Kemudian KHR. Baidhowi Abd. Hamid. Seiring dengan wafatnya KHR. Baidhowi, sampai saat ini kepemimpinan pondok pesantren diteruskan oleh putra tunggalnya KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi.

“Kami bersilaturahmi ke KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi, semata-mata untuk mendapatkan kharomah, dan memintakan doa bagi keselamatan masyarakat,” kata La Nyalla di sela kunjungannya di kediaman KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi.

Menurut La Nyalla, kali ini sengaja rombongannya berkunjung ke kediaman KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi di area  Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan, karena menilai kyai mengajarkan ilmu agama kepada para santrinya dengan penuh kesabaran, dengan visi terbentuknya santri yang bertaqwa, berakhlaq mulia, unggul dalam berprestasi serta lingkungan yang sehat.

KHR. Muhammad Rofi’I Baidhowi, juga menyatakan kegembiraannya dengan kunjungan ini, karena silaturrahim dianjurkan oleh Islam dan merupakan budaya ketimuran.

Sejak awal berdirinya Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan hingga kepemimpinan KHR.Muhammad Rofi’I Baidhowi, sistem pendidikan yang di terapkan di Lembaga Pesantren Islam Al-Hamidy Banyuanyar adalah sistem kelasik (salaf) baik di pondok putra maupun di pondok putri.

Menurut sumber bahwa, banyuanyar begitulah orang menyebut, Sebuah tempat yang terletak di dusun bujudan tepatnya arah barat daya dari kabupaten Pamekasan. Adapun sejarah ringkas dari Berdirinya Banyuanyar tersebut bermula dari perintis pertama yang merupakan putra dari K.Ishaq bin hasan bin Abd.Rahman ( Buyut Agung Toronan ).

Sebelum Mendirikan pondok pesantren Banyuanyar, K.Itsbat tinggal ditempat yang sangat jauh dari keramaian, tepatnya di desa longsereh kecamatan robatal kabupaten sampang. Tidak lama kemudian beliau pindah bersama keluarganya ke desa potoan daya palengaan pamekasan.

Di daerah ini K.Itsbat merintis sebuah pondok pesantren dengan harapan kelak menjadi pesantren yang mempunyai misi Indzarul qoum. Dan asal mula nama BANYUANYAR itu, karena ketika K.Itsbat membabat Tempat tersebut, Beliau menemukan sebuah mata air yang sangat jernih, Sehingga dari mulut beliau terlontar sebuah kalimat “ Banyu anyar “ yang artinya : Air baru. Itulah sekelumit asal usul nama Banyuanyar. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here