Nama Terduga Bom Bunuh Diri Konser Ariana Grande adalah Salman Abedi

0
494
Salman Abedi, Fans Manchester United dan Pelaku Bom Bunuh Diri Konser Ariana Grande

Liputan1.com-Nama Terduga Bom Bunuh Diri Konser Ariana Grande adalah Salman Abedi

Kepolisian Inggris telah mengeluarkan nama terduga yang mereka yakini melakukan serangan bom bunuh diri dalam konser pop Ariana Grande di Manchester Arena pada Senin malam (22/05) yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan melukai 59 orang lainnya.

Ia adalah Salman Abedi, 22, kelahiran Manchester dari keturunan keluarga Libia.

Kepolisian mengatakan prioritas yang ada saat ini adalah menyelidiki apakah Abedi bekerja sendiri atau bekerja dengan jaringan.

Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengeluarkan pernyataan lewat media sosial bahwa salah satu simpatisannya melakukan serangan di Manchester tersebut.

Pada Selasa malam (23/05) ribuan orang berkumpul di alun-alun Manchester pusat untuk mengikuti doa renungan bagi korban. Kepala Kepolisian Manchester Ian Hopkins menyerukan kepada warga untuk tidak terpecah belah.

bunga-duka

Ribuan warga meletakan kembang pertanda duka atas ledakan di konser Ariana Grande (reuters)

Reaksi Dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pihak-pihak yang berada di balik serangan bom bunuh diri di Manchester dan juga serangan-serangan serupa lainnya sebagai “orang-orang yang kalah”.

“Saya tidak akan memanggil mereka sebagai raksasa karena mereka suka dengan istilah itu. Saya menyebut mereka sebagai orang-orang yang kalah,” kata Trump dalam lawatannya ke Tepi Barat, Palestina, pada Selasa (23/05).
Salah satu reaksi yang paling sedih disampaikan oleh Presiden Polandia Andrzej Duda. Dituturkannya Polandia berbela sungkawa dengan keluarga korban.

Ia meletakkan karangan bunga di depan Kedutaan Inggris di Warsawa ketika muncul berita satu pasang suami istri dari Polandia hilang ketika menjemput putrinya di Manchester.

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe meminta masyarakat untuk waspada.

“Bentuk terorisme yang paling pengecut kembali menyerang dengan menyasar tempat konser, seperti yang terjadi di Paris lebih dari satu tahun lalu,” kata PM Prancis dalam suatu pernyataan ketika merujuk pada serangan yang terjadi di tempat konser musik Bataclan di Paris pada November 2015.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia siap meningkatkan kerja sama keamanan dengan Inggris setelah “kejahatan sinis tak manusiawi ini”.

Presiden Cina Xi Jinping juga telah menelepon Ratu Elizabeth untuk menyampaikan bela sungkawa dan mengatakan, “Pada saat sangat sulit ini Inggris dan Cina berdiri bersama”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here