Ahli Antropologi: Isu SARA di Pilkada DKI Nodai Semboyan Bangsa

0
670

LIPUTAN1.COM,Pengamat Antropologi, Kartini Sjahrir prihatin dengan konflik selama Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, isu agama dan etnis telah menodai semboyan bangsa.

Beragam sentimen terhadap SARA dalam Pilkada DKI ini menjadi topik utama dalam diskusi Merajut Kebinekaan. Diskusi ini diselenggarakan Ikatan Ahli Antropologi Indonesia (IAAI) Komda Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Isu -isu negatif muncul selama kampanye DKI. Isu tersebut bahkan mengatasnamakan agama dan etnis untuk menjatuhkan salah satu calon Gubernur. Bahkan, setelah Pilkada rampung, isu -isu negatif ini masih terus berkumandang.

Menurut Kartini, sikap tersebut muncul karena konsep-konsep seperti toleransi, kebinekaan, identitas diartikan secara dangkal dan sederhana oleh kelompok tertentu.

Padahal, konstruksi sosial Bhinneka Tunggal Ika telah menjadi pedoman hidup bangsa dan bernegara, bahkan telah dipikirkan oleh para pendiri bangsa. Bagi Kartini, letak geografis membuat Indonesia menjadi bangsa majemuk.

“Banyak gen (genetik) ikut budaya dalam budaya Indonesia. Mustahil, Indonesia menjadi masyarakat tertutup atau terisolasi karena memiliki keberagaman,” ujar Kartini dalam diskusi di Balai Kota bertajuk Seminar Merajut Kebinekaan.

Menurut Kartini, bila muncul isu negatif mengaitkan unsur pribumi dan non-pribumi berarti telah terjadi kemunduran pemikiran dalam masyarakat. “Itu juga menunjukkan sikap lupa diri, siapa diri kita,” sambung Kartini.

Kartini mengimbau, jangan mempermainkan kemajemukan atas nama agama, ras karena. Semua pihak harus mengelola kemajemukan menjadi kekuatan. “Agama dan ras bukan untuk diperjual belikan. Agama itu datang dari dalam diri.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here