La Nyalla Mattalitti Silaturahim ke KH Kholilurahman

0
1887

Liputan1.com-La Nyalla Mattalitti Silaturahim ke KH Kholilurahman

Kunjungan kepada KH Kholilurrahman atau biasa disapa Ra (gus) Lilur di Bangkalan, Madura dilakukan Ketua Umum Kadin Jawa Timur Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti beserta rombongan pada hari Minggu (14/5) pendiri La Nyalla Academia itu mengunjungi KH Kholilurrahman atau biasa disapa Ra (gus) Lilur di Bangkalan, Madura.

Kedatangan La Nyalla diterima langsung oleh Ra (gus) Lilur, panggilan akrab KH Kholilurrhman di kediamannya. Ulama ini sering disebut sebagai Kyai Jadab atau satu tahapan maqom mendekati sufi waliyullah. Ra Lilur adalah cicit ulama besar KH Kholil Bin Abd Latief atau Syaikhona Kholil (Mbah Kholil). Ra Lilur tidak mengajar santri seperti pada umumnya ulama. Tapi kharomahnya justru banyak ditunggu oleh para kyai pengasuh ponpes. Penampilan dan cara berpakaian Ra Lilur  pun suka nyeleneh

“Kami bersilaturahmi ke Ra Lilur semata-mata untuk mendapatkan kharomah, dan memintakan doa bagi keselamatan masyarakat,” kata La Nyalla di sela kunjungannya di kediaman Ra Lilur.

Sehari sebelumnya, La Nyalla beserta rombongan telah melakukan kunjungan/silaturahmi ke pondok pesantren Al-Qodiri  – Jember dan ditemui langsung oleh pimpinan ponpes KH Achmad Muzaaki Shah. Juga berkunjung ke ponpes Raudhatul Ulum Sumberweringin, serta YPI Walisongo-Ledokombo. Serta sebelumnya ke sejumlah ponpes dan kyai di Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Lamongan, dan lainnya.

Menurut La Nyalla, kali ini sengaja rombongannya berkunjung ke kediaman Ra Lilur di Bangkalan, karena menilai kyai tersebut memiliki banyak kelebihan dan allammah, sebagai pertanda kedekatannya dengan Sang Khaliq. “Sudah banyak cerita dan banyak pihak yang membuktikannya bahwa Ra Lilur memiliki kelebihan dan penuh kharomah,” katanya.

Dari berbagai cerita tentang Ra Lilur, diantaranya tentang prilakunya yang “nyeleneh” namun kharismatik, sehingga apapun yang dilakukan dan disampaikan oleh Ra Lilur, warga bahkan para kyai lainnya justru menuruti. Salah satunya adalah ketika Ra Lilur “membakar” salah satu pesantren yang kondisinya secara phisik sudah memprihatinkan. Peristiwa itu justru didiamkan oleh pengasuh ponpes dan para tokoh masyarakat, karena meyakini pasti ada sesuatu dibalik tindakan Ra Lilur tersebut.

Setelah peristiwa itu baru warga bisa menyadari dan merasakan betapa ponpes tersebut kemudian mendapat banyak perhatian dari banyak pihak dan kemudian dibangun bertingkat dengan bangunan yang megah. Banyak sekali cerita tentang  “kenylenehan” dan “kesaktian” Ra Lilur yang diyakini sebagai bukan keinginan dari diri Ra Lilur, tapi merupakan titipan kehendak Allah SWT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here