Wow, Aksi Dukung Ahok Digelar di 4 Benua

0
706
Keluar Penjara, Ahok Akan Temui Cawapres Ma'ruf Amin

Liputan1.com-Wow, Aksi Dukung Ahok Digelar di 4 Benua

Aksi solidaritas untuk mendukung Gubernur non-aktif, DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang divonis 2 tahun penjara ini, ternyata juga terjadi di hampir seluruh belahan di dunia. Setidaknya di empat benua: Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.

Di Australia, aksi untuk mendukung Ahok akan digelar di beberapa kota, di antaranya, Sydney, Canberra, Perth, Melbourne dan Adelaide.

Di Ibukota Canberra, aksi dipusatkan di Queen Elizabeth Terrace-Lake Burley Griffin’s Foreshore. Aktivitas tersebut diberi nama ‘Aksi Solidaritas untuk Keadilan Indonesia’ yang dilaksanakan pada 14 Mei 2017.

Sementara di Sydney acara yang diberi nama Justice For Ahok diadakan pada Minggu 14 Mei 2017 dengan titik kumpul Sydney Opera House. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat.

Di Amerika, aksi mendukung Ahok digelar oleh warga Indonesia di beberapa kota besar. Salah satunya di Ibukota Washington DC.

Di sana aksi rencananya diselenggarakan pada 14 Mei 2017 pukul 5 sore. Terpusat di US Capitol Building, tepatnya di Capitol Reflecting Pool para perserta diharapkan memakai pakaian berwarna merah putih dan membawa balon dan lilin.

Di San Fransisco, aksi solidaritas untuk Ahok dan Keadilan di Indonesia, bertempat di depan kantor depan Konsulat Republik Indonesia di Columbus Avanue Sabtu 13 Mei pukul 14.00.

Tidak cuma AS, masyarakat Indonesia yang berada di Kanada juga menggelar aksi serupa. Warga Indonesia Toronto melangsungkan aksi di Nathan Phillips Squares pada 12 Mei pukul 09.00

Sementara kota Vancouver ,aksi dilangsungkan sehari sesudah Toronto. Yaitu pada 13 Mei pukul 08.00, di Vancouver Art Gallery Robson Sade.

Masyarakat Indonesia di Eropa, terutama di Belanda akan menggelar acara serupa yang rencananya akan diadakan di Damrak, Amsterdam Sabtu 13 Mei 2017.

Selain Amsterdam, aksi juga dilaksanakan di Groningen, Den Haag dan Utrecht. Untuk Groningen acara dilangsungkan pada 12 Mei. Dua kota lainnya Den Haag dan Utrecht berlangsung pada tanggal yang sama 14 Mei 2017.

Di Benua Asia, aksi dukung Ahok dilaksanakan di Gwanghwamun Square, Seoul Korea Selatan.

Aksi yang diberi nama Candlelight for Indonesia dilangsungkan pada 14 Mei 2017 pada pukul 20.00 waktu setempat.

Tak cuma di Korsel, di Taiwan aksi serupa pun digelar. Event dukungan tersebut diberi nama #TAIWAN4AHOK dan rencana digelar di Taipei Main Stadion East 3 dimulai pada pukul 6 sore.

Selain dari Sydney, Dukungan untuk Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak hanya berlangsung di dalam negeri. Aksi ini juga dilangsungkan di mancanegara juga di ibu kota Amerika Serikat (AS), Washinton DC. Salah satu peserta aksi, Joe Wahyudi menyebut, aksi akan diselenggarakan pada Minggu, 14 Maret 2017, waktu setempat.

Dia menyatakan, aksi dukung Ahok digelar atas dasar kepedulian mereka terhadap situasi di Tanah Air. Diharapkan, puluhan WNI di Washington ikut bergabung.

“Targetnya mungkin 50-an orang. Tujuannya menunjukkan keprihatinan kita akan kondisi Indonesia,” Secara pribadi Joe mengatakan, dukungan terhadap Ahok didasari apa yang sudah dilakukan Gubernur nonaktif tersebut membenahi Jakarta. Ia mengaku kagum atas hasil kerja kerasnya.

Bahkan dia yakin perubahan di Indonesia secara keseluruhan bisa terjadi jika pemimpinnya memerintah dengan jujur dan bersih. Hal tersebut dipercaya ada dalam diri mantan Bupati Belitung Timur itu.

“Kita ingin Indonesia berubah. Perubahan diawali oleh pemimpin yang bersih, jujur, dan transparan,” jelas dia.

“Indonesia ini perlu pemimpin bersih dan jujur untuk mengelola negara agar Sila ke-5 Pancasila dapat terwujud,” papar Joe.

Beberapa perwakilan negara dan lembaga internasional berkomentar terkait putusan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa, 9 Mei 2017.

Beberapa pihak yang mengeluarkan pernyataan di antaranya, Uni Eropa, Inggris, Denmark, dan Badan HAM PBB untuk Asia.

Sejumlah pihak menilai, pernyataan pihak asing ini sebagai tekanan terhadap Indonesia. Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri angkat bicara.

Menurut juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir, tidak ada tekanan sama sekali dari luar negeri. Yang ada hanya komentar dan pendapat.

“Saya tidak melihat tekanan ya,” sebut pria yang kerap disapa Tata, di kantor Kemlu, Rabu (10/5/2017).

“Kalau kita lihat UE mereka menghormati proses hukum yang saat ini berlangsung dan mendorong kita menjaga keharmonisan toleransi di Indonesia,” sambung dia.

Tata mengatakan, semua pihak sudah seharusnya menghormati jalannya proses hukum, termasuk proses ke depan yang akan diambil Ahok.

“Kita juga pada saat yang sama harus menghormati langkah-langkah hukum selanjutnya yang akan diambil oleh Pak Basuki termasuk banding yang diajukan oleh dia,” sebut dia.

“Kita harus menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, kita juga sebagai pemerintah tak bisa lakukan intervensi proses hukum, di negara demokrasi mana pun pemerintah tak bisa intervensi terhadap proses hukum,” pungkas Tata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here