Lanjutkan Silaturahim, La Nyalla Hadiri Perayaan Isra’Mikraj di Ponpes Suryalaya

0
798

Liputan1.com-Lanjutkan Silaturahim, La Nyalla Hadiri Peringatan Isra’ Mikraj di Ponpes Suryalaya

Safari atau kunjungan kepada para alim ulama dan pondok pesantren terus dilakukan founder La Nyalla Academia (LNA), Ir H La Nyalla M Mattalitti.

Minggu (7/5) giliran Pondok Pesantren Suryalaya di Pakal, Benowo yang dikunjungi La Nyalla M Mattalitti bersama relawan La Nyalla Academia (LNA).

Kunjungan dan silaturrahim ini juga berkaitan dengan pelaksanaan peringatan Isra’ Mikraj yang digelar Pondok Pesantren yang diasuh KH Moh Hanafiah Akbar ini.

Selain menghadiri acara Isra’ Mikraj pada kesempatan ini La Nyalla Academia juga berkenan memberikan sumbangan kepada para janda dan anak yatim yang ada di sekitar pondok pesantren.

“Saya dan  Pak Nyalla sudah lama berteman dan lama juga tidak bertemu, dan saya sangat gembira karena beliau masih ingat dan bersilaturrahmi dengan kami di Pondok Suryalaya,” kata KH Moh Ali Hanafiah Akbar, Minggu (7/5).

Pada kesempatan itu juga, KH Ali Hanafiah juga mengucapkan terima kasih kepada relawan L Nyalla Academia (LNA) yang memberikan bantuan kepada para janda, lansia, dan anak yatim piatu yang tinggal di sekitar pondok pesantren.

Pondok Pesantren Suryalaya di Surabaya selain mengobati para pecandu narkoba juga melakukan revolusi mental yang didengung-dengunkan pemerintah. “Kalau tidak bersih hatinya, maka ketimpangan akan terjadi di mana-mana,” kata KH Moh. Ali Hanafiah Akbar sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya di Surabaya.

Dalam penanganannya terhadap penderita narkoba, Pondok Suryalaya menggunakan metode terapi sufistik, yaitu suatu upaya atau cara penyembuhan dengan menggunakan metode-metode yang bernuansa tasawuf, diantaranya dengan menggunakan metode do’a, dzikir, dan sholat.

Menurut KH Ali Hanafiah metode dzikir sangat mudah. “Kita di sini meminta waktu 25 menit untuk merubah mental atau hati mereka, insya Allah orang yang telah kita beritahu caranya dulunya tidak baik akan menjadi baik. Apalagi jika menghadapi orang jaman sekarang, dimana orang mengaku tak memiliki waktu. Jika belajar agama harus komplit. Tapi di sini, kita mencari sebuah solusi yang bagus bagi mereka yang tak memiliki waktu yang cukup.”Kalau kita sudah tenang, maka kekhusukan itu akan didapat,”jlentrehnya. Dengan tenang, maka hati secara sendiri akan ikut tenang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here