Munas PB Perbasasi Banjir Interupsi Berujung Emosi

0
590
Munas PB Perbasasi Banjir Interupsi Berujung Emosi

lLiputan1.com-Munas PB Perbasasi Banjir Interupsi Berujung Emosi

Musyawarah Nasional (munas) Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Indonesia (PB Perbasasi) yang digelar di Park Hotel, Bali, Jumat (5/4) berjalan dengan panas. Banjir interupsi terjadi di tengah berjalannya munas dan nyaris melahirkan kericuhan.

Memanasnya suasana di Munas ini terjadi pada pembahasan keabsahan kehadiran Pengprov Sumatera Barat. Hal tersebut tak terlepas dari situasi dualisme kepengurusan yang ada di Pengprov Sumatera Barat.

Memang, dalam Surat Keputusan (SK) terakhir yang dikeluarkan oleh PB Perbasasi, telah dinyatakan kalau kepengurusan Pengprov Sumatera Barat versi Drs Apris MM adalah kepengurusan yang sah. SK kepengurusan Drs Apris MM ini telah dikeluarkan PB Perbasasi berdasarkan rekomendasi dari Konida Sumbar.

Namun keputusan tersebut dipermasalahkan oleh peserta Munas, karena sebagian dari peserta menganggap SK yang dikeluarkan oleh pengurus pusat tidak sesuai dengan AD/ART.

”Kalau memang pengurus fersi Apris diterbitkan SK, lalu kenapa kepengurusan lainnya tidak? Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan hal ini, yang kami mau adalah setiap keputusan yang dikeluarkan pimpinan harus bisa dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan AD/ART,” ungkap Pengurus Pengprov Sulawesi Utara, Alexander.

Terlebih lagi, menurut Alex, dalam rapat pleno yang digelar beberapa saat sebelum Munas dilangsungkan, para pimpinan PB Perbasasi masih menyatakan kalau Pengprov Sumatera Barat berstatus demisioner. Namun berubahnya status Pengprov Sumatera Barat secara tiba-tiba dan kehadiran mereka di Munas kali ini, jelas memicu pertanyaan dari Pengurus Provinsi lainnya.

”Di rapat pleno itu statusnya Sumbar masih demisioner. Kalau memang keputusan tersebut bisa dipertanggungjawabkan kami juga pastinya tidak akan mempermasalahkannya,” imbuh Alex.

Tapi lucunya, ditengah perdebatan yang terjadi antara peserta Munas, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Veri Frisal Perinusa mengaku kalau pihaknya sebelumnya berencana untuk mengoreksi surat yang telah dikirimkan kepada KONI Daerah. Namun hingga Munas digelar, surat tersebut nyatanya juga tidak dikeluarkan.

”Saya akui ini adalah salah saya sebagai pihak yang beratanggung jawab pada bidang organisasi. Kami sebenarnya memiliki rencana untuk mengirimkan surat kepada KONI Daerah sebagai koreksi atas surat kami sebelumnya, tapi karena kesibukan dan hal lain, akhirnya surat tersebut sampai sekarang belum sempat kami kirimkan,” terang Veri.

Meski demikian, selisih pendapat akhirnya bisa diselesaikan. Ketua Umum PB Perbasasi, Syahrir Nawir akhirnya menyatakan Pengprov Sumatera Barat pimpinan Drs Apris MM berhak memiliki halk suaras di Munas Perbasasi dan pemilihan Ketua Umum kali ini.

Salah satu agenda Munas adalah pemilihan Ketua Umum PB Perbasasi peruode 2017-2021.Tiga calon sudah terdaftar sebagai calon Ketua Umum Perbasasi.Selain Andika Monoarfa, juga terdapat nama Ratna Yulita dan G Radityo Gambiro yang maju dalam pencalonan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here