Wisatawan Asal Singapura Diterkam Komodo

0
507
Wisatawan Asal Singapura Diterkam Komodo

Liputan1.com-Wisatawan Asal Singapura Diterkam Komodo

Seorang wisatawan asal Singapura, Loh Lee Aik, 67 tahun, yang juga berprofesi sebagai fotografer, digigit komodo pada bagian betis hingga mengakami luka robek. kejadian tersebut terjadi Rabu, 3 Mei 2017, di Kampung Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT, Ajun Komisaris Jules Abaraham Abast, mengungkapkan bahwa fotografer itu digigit komodo saat akan memotret seekor komodo. “Korban diserang dan digigit komodo di kampung Komodo,” tutur Jules Abaraham, Kamis, 4 Mei 2017.

Jules Abaraham menuturkan kronologi kejadian, korban berangkat dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo pada 1 Mei 2017. Warga Singapura itu kemudian menginap di salah satu rumah warga di Kampung Komodo. “Korban hendak mengumpulkan foto aksi komodo,” Imbuhnya.

Saat fotografer Singapura itu sedang berjalan-jalan mengelilingi Kampung Komodo, jelas Jules Abaraham, ketika dia melihat seekor komodo sedang menggigit kambing. Namun, ketika itu dia tak sempat memotretnya.

Setelah beberapa waktu , fotografer itu mendapat informasi dari warga setempat bahwa komodo akan turun dari gunung jika ada kambing yang mati setelah digigit komodo. Menurut informasi yang dia terima, kata Jules Abaraham, Komodo akan turun untuk memangsa kambing tersebut.

Maka keesokan harinya, fotografer  tersebut  mendatangi tempat bangkai kambing di daerah pegunungan untuk mengambil gambar, tanpa didampingi ranger atau warga sekitar. Saat tiba di lokasi, ia melihat seekor komodo sedang memangsa kambing. Dia pun berusaha mengabadikan momen tersebut. Tiba-tiba tak disadari seekor komodo yang berada di sana menyerang dan menggigit betis kaki kirinya hingga mengalami luka robek.

Warga di sana kemudian membawa fotografer asal Singapura itu ke Puskesmas pembantu (Pustu) Komodo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, fotografer tersebut dilarikam ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapat perawatan yang intesif, karena liur komodo sangat beracun, sehingga harus mendapat perawatan secepatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here