Musorprov KONI DKI Jakarta Melawan Pemerintah, Alex Dkk Walk-Out

0
750
Musorprov KONI DKI Jakarta Melawan Pemerintah, Alex Dkk Walk-Out

Liputan1.com-Musorprov KONI DKI Jakarta Melawan Pemerintah, Alex Dkk Walk-Out

Koordinator Forum Cabor Se-DKI Jakarta Alex Asmasoebrata menuding pimpinan sidang Musorprov (Musyawarah Olahraga Provinsi) KONI DKI Jakarta telah bersikap kontraproduktif terhadap permintaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menunda pemilihan Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2017-2o21.

Musorprov tatap melanjutkan sidang termasuk memilih Ketum KONI DKI yang baru.

ua Umum Pengprov Pordasi  yang mengatasnamakan koordinator cabor KONI DKI Jakarta kemudian meninggalkan ruangan sidang, walk-out. 

Ia kemudian menyebarkan undangan kepada media untuk menghadiri press-confrence yang diadakan pukul 16.00 WIB ini di kediamannya, di wilayah Cikajang, Kebayoran Baru.

“Musorprov KONI DKI melawan permintaan pemerintah,” demikian disampaikan Alex Asmasoebrata pada undangan melalui grup whattsapp-nya.

Alex Asmasoebrata sudah mengisyaratkan pembelotannya sejak beberapa hari lalu, pasa pencoretan namanya sebagai salah satu kandidat ketum KONI DKI Jaya 2017-2021 tersebut.

Tim penjaringan kandidat ketua umum yang terdiri dari pengurus KONI DKI Jakarta juga mencoret kandidat lainnya, Yoedi Suyoto. Alasannya, perwakilan dari cabor yang memberikan dukungan diragukan tanda-tangannya.

Alhasil, hanya Doddy Amar yang disetujui sebagai kandidat ketum, sehingga otomatis menjadi calon tunggal ketum KONI DKI Jakarta 2017-2021 itu.

Dalam sidang pertama, pada Musorprov KONI DKI yang dilaksanakan di hotel Grand Whaz Kelapa Gading, Sabtu (29/4/3027) ini, saran Gubernur DKI Jakarta sendiri terdapat pada isi sambutan yang dibacakan Pejabat Kadispora DKI Jakarta

Berikut Isi Sambutannya

“Mengenai agenda pemilihan Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta, masa bakti 2017-2021 saya minta agar ditunda dulu, dengan harapan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para kandidat yang mencalonkan diri, sehingga mekanisme pemilihan yang dilakukan dapat terlaksana secara demokratis, menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas dan berpedoman pada AD/ART KONI……..”

Pimpinan sidang menjelaskan kepada floor bahwa peserta sidanglah yang berhak menentukan pemilihan Ketum KONI dilanjutkan atau tidak. Maka dalam kesempatan itu dia meminta floor untuk menanggapinya.

Ada tiga orang diberikan kesempatan pertama untuk menanggapinya. Tiga orang menyatakan mengabaikan saja saran Gubernur DKI dengan alasan bahwa dalam Musorprov tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun termasuk dari pemerintah.

Sayangnya pimpinan sidang tidak memberi kesempatan pada mereka yang setujuh dengan saran Gubernur DKI Jakarta.

Pimpinan sidang langsung ketuk palu sambil menyatakan floor secara aklamasi sudah menyetujui untuk mengabaikan saran gubernur.

Ketua Umum Pengprov PJSI  DKI Jakarta, Hutagalung, kaget besar atas putusan pimpinan sidang.

 

“Kami yang lain belum diberi kesempatan bertanya, tahu-tahu sudah ketuk palu, tolak saran gubernur. Ini pimpinan sidang tidak mengerti aturan sidang,” jelasnya.

Setelah itu, sambil tersenyum, orang paling senior di judo DKI Jakarta ini meninggalkan ruang sidang dilikuti oleh wakil- wakil cabor yang lain.

Sementara, sidang dengan agenda utama pemilihan Ketum KONI DKI yang baru terus berjalan sesuai dengan rencana.

Acara Musorprov KONI DKI Jakarta tahun 2017 kali ini nuansanya sangat berbeda dengan Musorprov Musorprov sebelumnya.

Selain diwarnai banyak intrik untuk menggolkan calonnya, pembukaan  Musorprov pun nyaris rusuh, peserta saling dorong dan mengklaim sebagai peserta yang sah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here