Pemilihan Ketum Ricuh, Alex Ancam Bentuk KONI DKI Jakarta Tandingan

0
746
Alex Asmasoerata Ancam Bentuk KONI Perjuangan

Liputan1.com-Pemilihan Ketum Ricuh, Alex Ancam Bentuk KONI DKI Jakarta Tandingan

Ancaman dari Ketua Forum Cabor DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata berkaitan dengan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI DKI Jakarta yang dianggap tidak transparan. Hal ini dikatakannya membuat KONI DKI Jakarta terancam terbelah.

Saat ini hanya ada satu calon tunggal yang diakui TPP yakni Dody Rahmadi Amar yang maju dalam Musorprov yang akan dilaksanakan Sabtu (29/4) besok.

Situasi ini membuat Alex dan pihaknya mengancam akan membuat KONI DKI tandingan jika Dody Amar tetap diusung menjadi Ketum KONI DKI peride 2017-2022.

“Olahraga harusnya membawa semangat sportivitas, akan tetapi justru petinggi-petinggi olahraga di DKI mengajari sebaliknya, melecehkan nilai-nilai olahraga itu sendiri. Kami tidak akan mengakui jika Dody tetap diusung menjadi ketua KONI DKI dan kalau perlu kami akan membentuk KONI DKI tandingan, KONI Perjuangan,” ujar Alex di kantornya Jakarta, Kamis (27/4) yang dihadiri 18 cabor dan salah satu calon Yudi Suyoto yang batal mendaftar diri ke tim TPP KONI DKI karena merasa dijegal.

Alex yang juga Sekum KONI DKI menjelaskan, keputusan TPP meloloskan Dody Amar sebagai satu-satu calon caketum KONI DKI dinilai tidak sah. Sebab, saat pengumuman hasil penetapan TPP di Gedung KONI DKI, pada 26 April 2017, terungkap terdapat catatan berupa dissenting opinion atau beda pendapat dari salah satu anggota TPP Widodo Edi Sektianto.

Surat pernyataan beda pendapat dari Widodo ini menyatakan bahwa Dody Rachmadi Amar, tidak lolos verifikasi karena tak memenuhi persyaratan adminitratif. Ia terganjal tiga syarat mendasar hingga batas waktu akhir penyerahan berkas 25 April 2017 pukul 16.00 WIB.

“3 berkas yang tidak diserahkan Dody adalah keterangan domisili (hanya sertakan copy KTP dan KK), berkas penyampaian visi dan misi, serta tidak pula menyerahkan surat keterangan Hasil dokter yang menyatakan sehat secara jasmani dan rohani dari RSPAD Gatot Subroto. Dia hanya menyertakan surat keterangan telah mengikuti tes kesehatan dari RSPAD Gatot, bukan hasil tes dari labotarium,” ungkap dia.

Alex juga menyayangkan terdapat enam orang anggota TPP yang dinilai tidak netral. Sebab, secara terang-terangan mereka hadir dan mendukung dalam deklarasi salah satu bakal calon ketua Umum KONI DKI yang diadakan di FX Senayan pada 17 April 2017 lalu, padahal tidak boleh dan itu ada aturannya.

“Saya selaku ketua Forum Cabor DKI sangat menyayangkan terjadinya berbagai intrik kecurangan tersebut. Kami sudah adukan masalah ini ke KONI Pusat, DPRD DKI dan Kadisorda DKI,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua TPP Calon Ketua KONI DKI, Ahmad Budi Pramono menjelaskan, meski Yudhi Suyoto sudah mendaftar namun dia tak melengkapi syarat-sarat yang dibutuhkan.

“Ketika mendaftar, Yudhi didukung 23 pengurus cabang olahraga namun setelah diverifikasi hanya 6 yang sah. Sisanya dianggap tidak memenuhi syarat karena tidak ditandangani ketua umum atau SKPB (surat keterangan pengurus besar) sudah kedaluarsa,” ujar Budi di Senayan, Jakarta, Kamis (27/4) sore.

Menurut Budi, pihaknya sudah menyampaikan surat kepada kedua pendaftar bakal calon ketua umum KONI DKI, 22 April lalu, baik kepada Dody maupun Yudhi. Tetapi, hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 25 April pukul 16.00 WIB, hanya Dody yang datang melengkapi persyaratan.

Data terakhir yang diterima Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI DKI, Dody melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, yakni surat keterangan kesehatan dari RSPAD Gatot Subroto, SKCK (keterangan tidak terpidana) serta 37 dukungan dari voters (cabor).

Setelah diverifikasi, dari 37 voters yang dibawa Dody 4 di antaranya tidak sah. “Pak Dody didukung 37, tetapi setelah diverifikasi ada 33 yang sah. Jadi, kami sudah menetapkan saudara Dody Rahmadi Amar menjadi calon ketua umum KONI DKI Jakarta periode 2017-2021,” kata Budi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here