La Nyalla Silaturahmi ke Sejumlah Kyai

0
1120
La Nyalla Silaturahmi ke Sejumlah Kyai

Liputan1.com-La Nyalla Silaturahmi ke Sejumlah Kyai

La Nyalla M Mattalitti dan sejumlah pengurus organisasi nirlaba La Nyalla Academia melakukan silaturrahim  ke pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, sebagai bagian dari safari kunjungannya ke beberapa ulama dan pimpinan pondok pesantren menjelang memasuki bulan Ramadan.

La Nyalla yang juga Ketua Umum Kadin Jatim itu,  menyatakan silaturrahim  ke sejumlah kyai biasa dilakukan La Nyalla Academia setiap menjelang  Ramadan. Kebetulan di ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Minggu malam (23/4) sedang dilaksanakan peringatan Isra’ Mi’raj, sehingga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi, Mursyid (Guru Besar) Thoriqoh Shiddiqiyyah.

“Kehadiran rombongan La Nyalla Academia di sini tidak ada agenda khusus. Semata-mata menhadiri acara Isra’ Mi’raj serta meminta doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar sebagai kyai sepuh pimpinan ponpes Shiddiqiyyah,” kata La Nyalla di sela kunjungannya di Ploso, Jombang.

Menurut La Nyalla, dalam dinamika kehidupan yang serba moderen dan semakin penuh tantangan, tidak ada tempat lain untuk meminta petunjuk selain kepada para ulama. “Kami meminta petunjuk, doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar agar selamat dunia-akherat. Kami juga mendoakan, mudah-mudahan di usia beliau yang sudah sepuh tetap diberi kesehatan agar bisa terus mengajarkan ibadah/ilmu untuk kemaslahatan ummat.”

Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi yang lahir pada 28 Agustus 1928 (89 tahun) adalah salah satu dari sedikit jumlah kyai sepuh yang saat ini ada di Jatim. Kyai Muchtar memiliki nasab yang jelas secara garis keturunan, kaya pengetahuan, pemahaman ilmu agama yang luas, dan sosoknya dikenal kharismatik.  Kyai Muchtar merupakan putra dari pasangan suami isteri H. Abdul Mu’thi bin Kyai Ahmad Syuhada dari Demak dan Nyai Nashihah binti Abdul Karimberasal dari Pati.

Kyai Muchtar mendapat pendidikan khusus dan pengajaran Thoriqoh dari Sheikh Ahmad Syuaib Jamali Al Bateni selama bertahun-tahun sejak 1959 dan terus mengajarkan kembali Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada masyarakat, yang pada perkembangannya (thoriqoh tersebut) kini sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air, bahkan ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam – dengan jumlah jutaan pengikut (murid).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here