La Nyalla Ajak Koleganya Aktif Ikuti Pengajian di Pondok Pesantren

0
816
La Nyalla Ajak Koleganya Aktif Ikuti Pengajian di Pondok Pesantren

Liputan1.com-La Nyalla Ajak Koleganya Aktif Ikuti Pengajian di Pondok Pesantren

Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti tidak henti-hentinya aktif mengikuti pengajian di pondok-pondok pesantren. Seperti yang dilakukannya bersama sejumlah koleganya di lembaga La Nyalla Academia mengaji di pesantren Shiddiqiyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur asuhan KH Muhammad Muchtar Muhkti.

Aktifitas ini sekaligus menjalin lagi silaturahmi La Nyalla ke sejumlah Ponpes di Jatim dan Ulama untuk menyambut Ramadan bulan depan. Apalagi kedatangan La Nyalla ke Ponpes Shiddiqiyah bertepatan dengan pengajian memperingati Isra Mi’raj pada Minggu, (23/4). La Nyalla menegaskan, tidak ada agenda khusus mengunjungi Ponpes Shiddiqiyah.

“Semata-mata hanya untuk menghadiri pengajian Isra Mi’raj. Serta meminta doa dan keberkahan dari Kyai Muchtar sebagai Kyai sepuh pimpinan Ponpes Shiddiqiyah, semoga kita semua diberi kesempatan bisa mengaji bersama ulama,” ajak La Nyalla.

Menurut La Nyalla, dalam dinamika kehidupan serba modern dan semakin penuh tantangan, meminta pendapat dan petunjuk ulama mampu menyejukkan hati dan pikiran. Dalam kunjungan ini, La Nyalla meminta doa dan keberkahan Kyai Muchtar.

“Kami juga mendoakan, mudah-mudahan di usia beliau yang sudah sepuh tetap diberi kesehatan agar bisa terus mengajarkan ibadah/ilmu untuk kemaslahatan ummat,” sambung Ketua Kadin Jatim ini.Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi yang lahir pada 28 Agustus 1928 (89 tahun) adalah salah satu dari sedikit jumlah kyai sepuh di Jatim. Kyai Muchtar memiliki nasab jelas secara garis keturunan, kaya pengetahuan, pemahaman ilmu agama luas, dan sosok kharismatik.

Kyai Muchtar putra dari pasangan suami isteri H. Abdul Mu’thi bin Kyai Ahmad Syuhada dari Demak dan Nyai Nashihah binti Abdul Karim berasal dari Pati.

Kyai Muchtar mendapat pendidikan khusus dan pengajaran Thoriqoh dari Sheikh Ahmad Syuaib Jamali Al Bateni selama bertahun-tahun sejak 1959 dan terus mengajarkan kembali Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada masyarakat.

Pada proses perkembangan (thoriqoh tersebut) kini sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air, bahkan ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam—dengan jumlah jutaan pengikut (murid).

La Nyalla mengaku banyak belajar dan diskusi dengan para ulama –termasuk dengan Kyai Muchtar – khususnya tentang ekonomi keummatan, terkait kapasitas sebagai Ketua Kadin Provinsi. Kadin merupakan salah satu stake holder pembangunan perekonomian secara umum.

Pekan lalu (Selasa, 18/4/17) La Nyalla juga melakukan silaturahmi dengan para kyai dan jajaran pimpinan Nahdlatul Ulama (PWNU)  Jatim. Ketua Tanfidz (PW NU Jatim) KH Hasan Mutawakkil Alallah menerima kedatangan La Nyalla.  Dia datang bersama pengurus Kadin Jatim mendorong mendorong sinergi untuk penguatan ekonomi umat, terutama kaum Nahdliyin.

Hasil pertemuan tersebut, pada Kamis (20/4/17) antara Kadin Jatim dan PW NU Jatim mengkongkritkan kerjasama pengelolaan dan pengembangan BPR Syariah. “Sementara satu BPR Syariah. Mudah-mudahan nantinya terus berkembang, termasuk sektor-sektor ekonomi keummatan lainnya,” kata La Nyalla.

La Nyalla menampik bila  kunjungan/silaturahmi ke para ulama dan pimpinan ponpes dan NU terkait  dengan pemberitaan mengenai  dorongan publik – termasuk dari sejumlah ulama – agar maju dalam Pilgub Jatim 2018. “Saya belum terpikir ke arah sana (pilgub),” kata La Nyalla. “Meskipun banyak dorongan dari masyarakat dan ulama, saya tidak bisa serta-merta memanfaatkannya. Saya harus meminta petunjuk terlebih dahulu kepada Allah melalui istikharah,” ujar La Nyalla memaparkan.

La Nyalla didorong banyak pihak – maju di Pilgub Jatim 2018 karena latar belakang memiliki pengalaman luas, kepemimpinan tegas, keberpihakan tinggi terhadap nasib masyarakat kelas bawah, serta sudah teruji mampu menghadapi berbagai rintangan, ujian dan cobaan, termasuk saat menjabat Ketua Umum PSSI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here