Universitas Budi luhur Bekali Calon Wisudawan dengan Nilai Kebudiluhuran

0
1518
Universitas Budi luhur Bekali Calon Wisudawan dengan Nilai Kebudiluhuran

Liputan1.com-Universitas Budi luhur Bekali Calon Wisudawan dengan Nilai Kebudiluhuran

Untuk mencapai visi Universitas Budi Luhur yakni cerdas dan berbudi luhur, maka Pusat Studi Kebudiluhuran memberikan pembekalan nilai-nilai kebudiluhuran bagi calon wisudawan dan wisudawati Universitas Budi Luhur dan Akademi Sekretari Budi Luhur.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin sejak tahun 2015 dengan tujuan agar nilai-nilai budi luhur dapat menjadi panduan bagi lulusan Universitas dan Akademi Sekretari Budi luhur dalam berbicara, bersikap, dan bertingkah laku. Kegiatan diadakan dari tanggal 25-29 April 2017 diikuti oleh 1047 mahasiswa jenjang D3, S1 dan S2 dari FTI, FE, FIKOM, FISIP, FT, Pascasarjana  dan ASTRI.

Sebagai pembicara dalam pembekalan tersebut Rektor Universitas Budi Luhur yaitu  Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto, M.Sc. dan Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran Rusdiyanta, M.Si. Dalam paparannya, Rektor berpesan agar para lulusan Universitas dan ASTRI Budi Luhur dapat menjadikan nilai-nilai budi luhur sebagai pedoman dalam kehidupan dalam masyarakat.

Jangan sampai merugikan pihak lain, tetapi justru memberikan manfaat bagi kehidupan. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa “pendidikan di kampus ini bukan semata-mata transfer of knowledge (pengajaran) tetapi juga transfer of values (pendidikan) agar terbentuk sikap mental yang sangat baik, yakni cerdas berbudi luhur. Dalam konteks transfer nilai-nilai ini, ada 9 nilai budi luhur yang dikembangkan di kampus Budi Luhur yakni sabar mensyukuri, cinta kasih, rendah hati, suka menolong, kerjasama, jujur, tanggung jawab, toleransi dan sopan santun”.

“Nilai-nilai budi luhur menjadi patokan bagi lulusan, apakah seseorang dinilai baik atau tidak, bermanfaat atau tidak bagi masyarakat. Masyarakat yang menilainya. Jadi, budi luhur tidak dapat dilakukan dalam ruang hampa, tetapi diimplementasikan dalam keluarga, masyarakat, dan berbangsa dan bernegara”, demikian ceramah Rektor Universitas Budi Luhur  Prof. Dr.Ir. sc.agr.Ir. Didik Sulistyanto dalam Pembekalan Calon Wisudawan Universitas Budi Luhur.

Rektor berjanji, pemindahan kuncir bagi para wisudawan akan dilakukan oleh dirinya yang akan dilaksanakan 4 Mei 2017. “Makna pemindahan kuncir dari kiri ke kanan adalah jika sebelumnya otak kiri lebih banyak digunakan sementara otak kanan belum digunakan maka setelah wisuda harus lebih banyak menggunakan otak kanan”, demikian imbuhnya.

Rusdiyanta, M.Si selaku Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran mengatakan bahwa Nilai-nilai kebudiluhuran disosialisasikan kepada mahasiswa melalui tiga matra, yakni pertama, matra wawasan budi luhur disampaikan melalui pengenalan saat orientasi pendidikan dan mata kuliah wawasan budi luhur. kedua, matra pekerti luhur yakni penerapan nilai-nilai budi luhur dalam interaksi dengan Tuhan, sesama manusia dan alam melalui mata kuliah aplikasi kebudiluhuran dan kegiatan sehari-hari.

“Pembekalan Budi Luhur rutin diadakan sejak semester gasal tahun akademik 2015. Tujuan pembekalan ini adalah agar para lulusan dapat mengimplementasikan nilai-nilai budi luhur sesuai dengan kompetensi keilmuannya. Hal ini sesuai dengan visi CERDAS dan BERBUDI LUHUR yang dicanangkan kampus. Pada gilirannya memberikan kebaikan dan manfaat sebesar-besarnya bagi kehidupan bersama sesuai keahliannya “ terangnya

Dan terakhir adalah matra budi luhur dalam kehidupan bersama yakni nilai-nilai kebudiluhuran yang diaplikasikan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara hendaknya memberikan berkah atau kebaikan bagi lingkungannya sehingga melahirkan kehidupan yang harmonis, selaras,  dan penuh kedamaian. Intinya, lulusan UBL dan ASTRI selain memiliki kompetensi di bidangnya juga harus berbudi pekerti luhur.

Rusdiyanta, M.Si, menambahkan “kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh IQ, tetapi justru lebih ditentukan oleh EQ dan SQ, dan itulah nilai-nilai budi luhur”. Selain itu, kecerdasan kinestetik atau kesehatan badan juga sangat penting terlaksananya kebaikan”, Hakikat budi luhur, mengutip kata Pak Djaetun Founder Yayasan Budi Luhur Cakti , adalah menjadi orang baik, karena orang baik dibedakan Tuhan, kapanpun, dimanapun, dan dalam keadaan apapun. Orang baik akan memberikan manfaat kepada sesamanya. “Orang yang dicintai Tuhan adalah seberapa besar orang tersebut bermanfaat terhadap sesamanya”, imbuh Rusdi dalam paparannya.

Visi UBL cerdas berbudi luhur, telah sesuai dengan Pasal  3  UU No.20/2003 tentang SisDIKNAS yang mana “Tujuan Pendidikan Nasional yakni berkembangnya  potensi  peserta didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha Esa,  berakhlak  mulia,  sehat,  berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan  menjadi  warga negara  yang  demokratis  serta  bertanggung  jawab”. Juga sesuai pasal 4 UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi bahwa pendidikan tinggi mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan civitas akademika yang inovatif, responsive, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan tridharma, dan mengembangkan iptek dengan meperhatikan dan menerapkan nilai humaniora.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here