Hasil Quick Count : Anies Baswedan Gubernur Baru DKI Jakarta

0
639
Liputan1.com-Hasil Quick Count : Anies Baswedan Gubernur Baru DKI Jakarta

Tiga lembaga survei, yaitu PolMark Indonesia, LSI Denny JA, dan SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), menampilkan proses hitung cepat atau quick count untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua pada Rabu (19/4/2017).

Perbandingan hasil quick count tiga lembaga survei ini dihimpun secara bersamaan per pukul 16.00 WIB, dengan kondisi data sampel yang masuk sudah terhitung stabil atau tidak akan ada banyak perubahan.

PolMark Indonesia:

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 42,47 persen. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno: 57,53 persen. Sampel suara yang masuk baru sebesar 95,5 persen.

LSI Denny JA:

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 44,3 persen. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno: 55,7 persen. Sampel suara yang masuk baru sebesar 89,71 persen.

SMRC:

Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat: 41,71 persen. Anies Baswedan dan Sandiaga Uno: 58,29 persen persen. Sampel suara yang masuk baru sebesar 91,36 persen.

Hasil hitung cepat (quick count) ketiga lembaga survei ini menunjukkan kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI Jakarta.
 

Anies Menggunakan Hak Pilihnya

Anies Menggunakan Hak Pilihnya (Foto: M Agung Rajasa/Antara)

Proses Pencalonan
Jumat, 23 September 2017 di kediamanan Prabowo Subianto, menjadi titik paling menentukan untuk Pilgub DKI Jakarta, terutama bagi Anies Baswedan. Saat itu, Prabowo bersama tim Gerindra-PKS, ‘menyeleksi’ beberapa tokoh yang akan dicalonkan di Pilgub DKI.
Pertemuan yang berada dalam masa ‘injury time’ pendaftaran cagub-cawagub itu, berlangsung relatif cepat dan ternyata menghasilkan pasangan Anies-Sandi yang didaftarkan ke KPU DKI pada sore harinya. Gerindra dan PKS total mengantongi 26 kursi DPRD DKI, cukup untuk mengusung pasangan calon.
Saat yang sama, koalisi Cikeas (Demokrat, PPP, PKB dan PAN), lebih dulu mengumumkan pencalonan pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni yang juga terbilang Lalu satu lagi kandidat adalah pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, pemilik elektabilitas tertinggi sejak awal Pilgub DKI itu, yang diusung oleh PDIP, Golkar, dan Nasdem.

 

Perjalanan kampanye itu diwarnai dengan tiga kali debat yang membuat kontestasi Pilgub DKI memanas. Anies-Sandi sejak kampanye mengusung program OK OCE, DP nol rupiah, KJP dan KIP Plus, menolak reklamasi dan lainnya.

Sementara beragam survei menempatkan Anies-Sandi harus bertarung tempat dengan Agus-Sylvi, lantaran elektabilitas petahana Ahok-Djarot cukup kuat di masa pertama Pilgub DKI.

Pemungutan suara Pilgub DKI digelar pada 15 Februrari 2017, yang mula-mula ditunjukkan lewat quick count, akhirnya memilih pasangan Agus-Sylvi yang tersisih di putaran pertama. Angkanya bahkan tak menggembirakan, hanya sekitar 17 persen.Hasil itu membuat Anies-Sandi bertarung head to head melawan petahana Ahok-Djarot. Dalam rekapitulasi resmi KPU DKI, Ahok-Djarot punya modal 2.364.577 suara (42,99 persen), Anies-Sandi mendapat 2.197.333 suara (39,95 persen).

Tapi tingginya elektabilitas pada putaran pertama, tak berarti Ahok-Djarot mudah mengalahkan Anies-Sandi. Prediksi survei justru sejak awal merilis bahwa petahana dalam putaran dua akan kalah.
Padahal Ahok-Djarot mendapat kekuatan tambahan di putaran dua dengan masuknya PPP dan PKB, sementara Anies-Sandi hanya dapat dukungan baru dari PAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here