KPK Tetapkan Novel Sebagai Tersangka

0
558

9Liputan1.com-KPK tetapkan Novel sebagai tersangka

Penyidik KPK menetapkan satu tersangka baru pada kasus dugaan suap proyek satelit monitoring di Badan Kemanan Laut (Bakamla).

Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi pada Bakamla RI Novel Hasan ditetapkan  sebagai tersangka karena diduga ikut menerima suap dalam pengadaan satelit monitoring di Bakamla. Novel dalam proyek tersebut juga menjadi Kepala Pembuat Komitmen (PPK).

“KPK menetapkan satu orang lain di kasus Bakamla terkait penerimaan hadiah atau janji. KPK menetapkan NH (Novel Hasan) Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi pada Bakamla,” kata Juru Bicara Febri Diansyah saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Atas perbuatannya, Novel disangka dengan

Pasal 12 a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Dengan penetapan tersangka baru dalam kasus ini, maka sudah ada lima tersangka. Tersangka sebelumnya adalah Eko Susilo Hadi, Dirut PT Merial Esa (ME), Fahmi Dharmawansyah, dan dua anak buahnya Hardy Stefanus, dan M Adami Okta.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (14/12) ini. Eko diduga menerima uang sebesar Rp2 miliar dari Fahmi melalui Hardy dan Adami untuk menggarap proyek satelit monitor.

Diduga, uang itu merupakan bagian dari commitment fee sebesar 7,5 persen dari total nilai proyek satelit monitor sekitar Rp200 miliar. Suap ini diberikan lantaran Eko merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek yang didanai APBNP 2016 tersebut.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Eko dijerat dengan Pasal Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Hardy Stefanus, M Adami Okta dan Fahmi Dharmansyah yang menjadi tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain empat tersangka yang ditetapkan KPK, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI yang juga mengusut kasus ini sudah menetapkan Direktur Data dan Informasi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Pertama (Laksma) Bambang Udoyo sebagai tersangka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here