POLRI : Sekjen FUI Sebut Butuh 3 Milyar untuk Jatuhkan Pemerintah Jokowi

0
764
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath atau Gatot Saptono

Liputan1.com-Polda Metro Jaya telah memeriksa Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath atau Gatot Saptono. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Muhammad Al-Khaththath membutuhkan dana Rp 3 miliar untuk menjatuhkan pemerintah.

“Ya sedang kita dalami kembali memang di sana juga disampaikan bahwa untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah ini ada dibutuhkan dana Rp 3 miliar, Rp 3 miliar itu pemerintah bisa jatuh, sedang kita dalami kembali,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017)

Argo Yuwono menambahkan terduga pemufakatan makar sudah merencanakan besaran anggaran untuk melakukan aksi penggulingan Pemerintah Republik Indonesia (RI) saat ini. Perencanaan itu dibuat dalam pertemuan di Kalibata, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Ago, polisi saat ini belum mendapatkan sumber dana tersebut. Adapun uang Rp 3 miliar itu masih dalam bentuk perencanaan dan belum terealisasi.

Selain itu, dia juga belum mengungkapkan secara rinci untuk apa saja anggaran sebesar Rp 3 M. Adapun soal barang bukti Rp 18,8 juta yang ditemukan dari Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khanththath, Argo mengatakan bahwa uang tersebut diduga berkaitan dengan aksi 313.

“Kalau kaitkan barang bukti yang kami sita, diduga uang itu berkaitan dengan kegiatan 313 kemarin,” kata Argo.

Polisi sebelumnya menangkap Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, ZA, IR, V, dan M terkait dugaan pemufakatan makar pada Jumat (31/4/2017).

Kelima orang tersebut disangkakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.

Sementara itu, V, dan M juga dikenai Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Menurut polisi, V dan M sempat melontarkan perkataan yang menghina etnis tertentu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here