Seksi III-IV Ruas Tol Semarang-Solo Siap Beroperasi Akhir Tahun 2017

0
828
Seksi III-IV Ruas Tol Semarang-Solo Siap Beroperasi Akhir Tahun 2017

 Liputan1.com-Seksi III-IV Ruas Tol Semarang-Solo Siap Beroperasi Akhir Tahun 2017

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mengebut pembangunan jalan tol ruas Semarang-Solo. Seksi III yakni ruas Bawen-Salatiga, jadi ruas yang progres pembangunannya paling siginifikan.

Pembangunan Jalan Tol yang merupakan kelanjutan dari seksi II Unggaran-Bawen saat ini telah menyelesaikan tahapan pembebasan lahan 99%, dengan kemajuan konstruksi 90,48%.
Saat ini, sebagian besar lahan yang sebelumnya hutan dan perkebunan warga tersebut telah menjadi jalan tol, sebagian lagi terlihat para pekerja dan alat berat masih menyelesaikan pengerjaan fisik untuk perataan lapisan tanah.Area perbukitan yang masuk perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga ini hampir seluruhnya sudah selesai diratakan dengan dilakukan betonisasi, beberapa lajur menggunakan aspal lantaran struktur tanahnya yang labil. Sementara tebing bukit yang sebelumnya dipapras juga telah dicor agar tidak longsor.

Selanjutnya, untuk Seksi IV Ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,47 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi dengan progres pembebasan lahan sebesar 97,6%. Sedangkan Seksi V Ruas Boyolali-Kartasura sepanjang 7,74 km juga masih dalam tahap konstruksi dengan progres pembebasan lahan sebesar 98,92%.

Diharapkan, keseluruhan seksi pada Jalan Tol Semarang-Solo dapat selesai dikonstruksi dan beroperasi pada akhir 2017.Seksi III Ruas Bawen-Salatiga ini merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (10,85 km) yang telah dioperasikan sejak 11 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (11,9 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.

Jalan Tol Semarang-Solo sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Jawa, memiliki arti strategis bagi pengembangan jaringan jalan khususnya di Jawa Tengah dan juga bagi perkembangan jaringan jalan dalam skala regional.

Jalan tol dengan nilai investasi sebesar Rp 7,30 Triliun ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya. Seperti dari Ungaran yang merupakan daerah industri utama di Jawa Tengah.
Tol Semarang-Solo dengan panjang total 72,64 km yang dikelola oleh PT Trans Marga Jateng yang merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 73,91%, PT Astratel Nusantara 25%, dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (BUMD) dengan komposisi saham 1,09%.Saat ini, kendaraan-kendaraan besar dari daerah ini sering terhambat oleh kemacetan karena banyaknya kendaraan yang melintas di jalan provinsi antara Ungaran ke Semarang. Karena banyaknya kendaraan besar yang terhambat, mengakibatkan kemacetan di daerah ini jadi semakin parah.

Sementara untuk kontraktor adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (Paket 3.1 Ruas Bawen-Polosiri), PT PP (Persero) Tbk. (Paket 3.2 Ruas Polosiri-Sidorejo), dan PT Nindya Karya (Persero) KSO dengan PT Jaya Konstruksi (Paket 3.3D Ruas Sidorejo-Tengaran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here