AMR Pelaku Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara

0
1035
AMR Bunuh Temannya Siswa SMA Taruna Nusantara, Ini Penyebabnya

Liputan1.com-AMR Pelaku Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara

Kurang dari 24 jam, aparat Subdirektorat III/Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan terhadap Krisna Wahyu Nurachmad (15), siswa SMA Taruna Nusantara Magelang.

Pelaku berinisial AMR (16), kelahiran Makassar yang tinggal di Jakarta Pusat. Dia dijerat Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Usai olah TKP, Kapolda menyampaikan beberapa temuan yang diharapkan bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui pembunuhnya.

Berdasar penjelasan Kasub Bid Dokpol Bid Dokkes Polda Jateng AKBP Summy Hastry Purwanti, Krisna meninggal dunia karena kehabisan darah akibat lukanya. Hasil autopsi menunjukkan terdapat luka tusukan benda tajam sedalam 10 cm di leher korban.

“Benda tajam yang digunakan pelaku adalah pisau dapur,” kata AKBP Summy, Sabtu (1/4/2017).

Dari autopsi itu diketahui korban meninggal sekitar pukul 03.00 WIB. Krisna meninggal di tempat tidur dengan badan setengah tengkurap menyamping kanan. Korban mengenakan kaus biru muda dan celana panjang training biru kelam.

Sementara, Kapolda Jateng mengatakan dari olah TKP, ditemukan banyak barang terkait tewasnya siswa SMA Taruna Nusantara ini. Salah satunya adalah pisau dapur yang berada di sebuah kamar mandi. Ada pula pakaian yang diduga milik pelaku dibuang ke tempat sampah.

“Kasus ini memprihatinkan kita semua. Kita ikut berduka karena korban masih anak-anak, masih usia 15 tahun,” kata Kapolda Jateng.

“Di celana itu ada tulisan MIF. Kami belum tahu MIF itu maksudnya apa,” kata petugas tadi.

Sedangkan, barang yang bisa menjadi kunci pembuka identitas pelaku adalah sebuah dompet dengan bercak darah yang berisi Student Identity Card atas nama AMR. Petugas juga menemukan sebuah kacamata yang diduga milik pelaku.

“Kacamata rusak seperti bekas dicakar. Kemungkinan itu karena korban mencoba membela diri. Nah, di kacamata itu juga ada rambut yang terjepit. Itu bisa dijadikan material untuk tes DNA, dibandingkan dengan bercak darah yang ada,” kata petugas itu.

Menindaklanjuti temuan saat olah TKP itu, polisi memeriksa 16 orang saksi. Masing-masing teman korban dan juga pamong. Berdasarkan pemeriksaan itulah kemudian penyidik memeriksa AMR dan setelah ditunjukkan bukti-bukti, AMR tidak mengelak.

“Mungkin hari ini diperiksa sebagai tersangka. Jadi penyidik nanti tinggal mendalami motif perbuatannya,” kata sumber tadi.

Dugaan sementara, motif pembunuhan itu diduga karena sakit hati. AMR dan Krisna Wahyu kabarnya pernah berselisih paham yang diawali saat ponsel milik AMR dipinjam oleh korban Krisna.

Aturan di SMA Taruna Nusantara melarang siswa membawa ponsel. Ketika ketahuan pamong, ponsel itu disita. AMR lalu meminta agar Krisna mengurus ponsel yang disita, tetapi ditolak korban karena tidak berani.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here