Kisruh Panitia Asian Games, Bendahara Sudah Ganti 3 Kali

0
530

LIPUTAN1.COM, Jakarta – Kisruh Panitia Asian Games, Bendahara Sudah Ganti 3 Kali

Hingar bingar Asian Games sudah mulai terdengar sejak Indonesia menyatakan diri sanggup menjadi tuan rumah setelah Vietnam mundur dan tidak menyanggupi menjadi penyelenggara Asian Games.

Tanda kekisruhan panitia Asian Games terlihat dalam kurun waktu kurang setahun, posisi bendahara telah berganti 3 kali. Sumber dari Kemenpora mengatakan bahwa ada SK 004a tertanggal 19 November 2015 yang mencantumkan nama bendahara Anjas Rivai. Lalu ada SK 010 tertanggal 1 Juni 2016 tercantum David Sidjabat. Namun terakhir ada SK lain lagi khusus pergantian posisi itu pada bulan September 2016 , David digantikan Lina Nurhasanah.

Anjas dinilai menyalahi perannya sebagai Bendahara yang bertugas memberikan persetujuan dalam menandatangani blangko bukti kas keluar. Untuk itu, Anjas ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Namun Pengacara Anjas, Alamsyah mengatakan yang tanda tangan cek adalah Muddai Madang dan Dody Iswandi. Mereka saat itu sama-sama di kepanitiaan Asian Games sejak tanggal 19 November 2015.

Menanggapi hal tersebut, usai menghadiri RDPU dengan Komisi X DPR RI di Gedung Senayan, Jakarta, Senin (27/3/2017), Waketum KOI Muddai Madang menyatakan, “Pekerjaan ini kan ada panitia, ada penanggungjawabnya. Tentu panitianya dong yang menandatanganinya. Masa saya? Kan gitu. Ketua Panitianya Yusuf Suparman dan PPK-nya Dody. Itulah yang neken kontraknya. Masa saya, dari mana logikanya?”

“Jadi saya bukan membantah, tapi meluruskan. Saya tidak perlu membantah. Terkait saya pernah sebagai saksi dalam kasus tersebut, itu wajar. Kan di lembaga ada masalah yang terkait sosialisasi, wajar saja jika lingkungannya dimintai keterangan. Tapi bukan berarti salah. Iya toh?” imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan RDPU di Komisi X DPR RI, Muddai mendampingi Ketua KOI sekaligus Presiden Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC), Erick Thohir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here