Aksi 313, Polisi Belum Terima Surat Pemberitahuan

0
473
Aksi 313, Ini Respon Presiden Jokowi

Liputan1.com-Meski gaung akan digelar kembali Aksi 313 telah terdengar kencang, namun hingga kini pihak kepolisian belum menerima pemberitahuan akan adanya aksi itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Jakarta, Senin (27/3/2017) mengatakan, sampai sekarang masih menunggu pemberitahuan yang masuk ke Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian juga ingin tahu tujuan dan tuntutan aksi tersebut.

Forum Umat Islam (FUI) kembali berencana menggelar aksi turun ke jalan. Kali ini, aksi itu akan digelar  pada Jumat (31/3/2017) atau disebut juga dengan Aksi 313. Nantinya, aksi ini akan melibatkan beberapa ormas Islam, dan para ulama, dengan tuntutan meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dicopot dari jabatannya sebagai gubernur serta langsung dijebloskan ke penjara.

Argo belum dapat memastikan apakah nantinya polisi akan memberikan izin penyelenggaraan Aksi 313 itu. Meskipun demikian, polisi akan tetap mengawal aksi itu agar ettap kondusif. “Tetap kita persiapkan keamanan,” kata Argo.

Menurut Argo, polisi tidak bisa melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum selama sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak menyusupi kegiatan tersebut dengan isu-isu politik.

Apalagi, saat ini Jakarta tengah menghadapi tahapan Pilkada DKI putaran kedua. Pihaknya berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota.

Argo berharap massa tidak perlu turun ke jalan. Sebab, hingga kini tuntutan massa telah dipenuhi. Sidang dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok masih berjalan. “Kegiatan politik Jakarta ini biarkan lah berjalan dengan sendirinya. Tidak usah ditambahi kegiatan yang perkeruh suasana, biarkanlah berjalan sesuai aturan yang ada,” katanya.

Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) DPD DKI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin  menyebutkan sejumlah ormas Islam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (31/3/2017), yang dinamai Aksi 313.

Tujuan digelarnya aksi ini, disebutkan Novel, adalah untuk menuntut agar terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dipenjarakan, sama seprti aksi 411 dan 212 sebelumnya.

“Aksi 313 ini kita akan mengundang seluruh Indonesia seperti aksi 212 dan 411, kita turun. Kita akan kumpul di Masjid Istiqlal, kemudian akan melakukan long march ke depan istana,” kata Habib Novel

“Aksi ini untuk mengingatkan gak boleh berlama-lama terdakwa ini dibiarkan bebas. Kita meminta gubernur terdakwa untuk segera di penjara dan dicopot jabatannya,” sambungnya.

Sebab menurut Novel, saksi-saksi yang dihadirkan dalam 15 kali persidangan kasus tersebut, sudah cukup bukti untuk menjebloskan Ahok ke dalam penjara.

“Yang mana selama 15 kali sidang sudah terbukti, saksi-saksi yang dipanggilkan justru memberatkan terdakwa. Ini sudah cukup bukti,” ungkapnya.

Lagipula, menurut Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini, selama belum pernah ada satupun terdakwa penistaan agama yang bebas berkeliaran seperti yang dilakukan Ahok.

Dalam beberapa poster yang beredar di sejumlah media sosial, Aksi 313 ini akan diawali dengan Salat Jumat di Masjid Istiqlal. Selanjutnya massa akan dikerahkan menuju depan Istana Merdeka.

Mereka menuntut agar terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Jabatan Ahok sendiri saat ini telah nonaktif setelah memasuki masa kampanye Pilkada DKI putaran kedua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here