Kisruh Keluarga Keraton Surakarta Meluas

0
541

Liputan1.com-Kisruh Keluarga Keraton Surakarta Meluas

Perselisihan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat semakin meluas. Polres Kota Solo menyiagakan ratusan personel pasukan di area Keraton, Kamis (23/3)  untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan fisik antara dua kubu.

Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai mengingatkan bahwa perselisihan yang terjadi di keraton merupakan konflik internal. Karena itu, aparat didsiagakan untuk menghalau menghalau pihak-pihak dari luar keraton yang ingin memperkeruh suasana.

“Ini kan masalah internal, jadi sebaiknya diselesaikan di lingkup internal Keraton Surakarta sendiri. Jangan sampai ada pihak luar,” ujar Andy.

Andy mengatakan, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak Keraton untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Pihaknya akan berupaya maksimal agar kondisi Kota Solo tetap aman, nyaman dan kondusif.

Penyiagaan aparat kepolisian ini menyusul maklumat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi agar 17 pangageng (petinggi) meninggalkan dan mengosongkan keraton. Mereka diberi tenggang waktu hingga Kamis (23/3) pukul 17.00 WIB.

Perintah pengosongan tertuang dalam sebuah surat yang ditandatangani Ketua Tim Lima atau Satgas Panca Narendra bentukan PB XIII, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Benowo. Menurut Pangeran Benowo, pengosongan keraton dimaksudkan untuk keperluan acara Tinggalan Jumenengan Paku Buwono XIII Hangabehi (peringatan kenaikan tahta raja).

“Kami atas nama SISKS Paku Buwono XIII selaku Sri Susuhunan/Raja/Pimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengimbau dan memerintahkan kepada Bapak/Ibu agar segera mengosongkan secara fisik tanah dan bangunan di KeratonKasunanan Surakarta Hadiningrat berikut segala kelengkapan yang terdapat di dalamnya,” demikian Sang Pangeran dalam surat tersebut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here