Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas dengan 32 Tusukan

0
455
Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas dengan 32 Tusukan

Liputan1.com-Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas dengan 32 Tusukan

Denny Ariessandi (43) sopir taksi online yang juga manajer sebuah kantor jasa pengiriman barang ditemukan tewas dengan 32 tusukan.

Denny Ariessandi merupakan Gateway Manager JnT Express Jatim di Betro, Sedati, Sidoarjo. Jenazah Denny ditemukan di Jalan Larangan, 100 meter Utara Kenjeran Park, Surabaya pada Kamis (23/3), pukul 05.30.

Meski sudah menjabat manager di kantornya, Denny Ariessandi tertarik nyambi menjadi sopir taksi online Grab karena pendapatannya menggiurkan.

Penghasilan taksi online bisa mencapai Rp 6 juta per bulan. Bahkan, bila ikut lebih dari satu aplikasi bisa meraup puluhan juta per bulan.

Untuk itu, Denny yang tinggal di Perumahan Maspion, Cluster Beryl Blok B3, Bangah, Gedangan, Sidoarjo ini membeli Dahaitasu Xenia untuk ikut nge-Grab.

Tak dinyana, aktivitas barunya ini mengakibatkan alumnus ITATS tersebut mengalami kejadian tragis.

Sebelum hari nahas, Denny yang pernah tinggal di Pondok Maritim Blok L Nomor 45 Surabaya ini sempat memimpin rapat di kantornya pada Rabu (22/3) pukul 23.30. Denny membahas mengenai pengaturan jadwal di gudang ekspedisi daerah Betro tersebut.

“Setelah rapat selesai dia pulang,” cerita Adi Kurniawan, anak buah Denny di JnT Express Jatim di Betro, kepada Radar Surabaya.

Nah, setelah berganti hari, Kamis (23/3), sekitar pukul 1.45, Adi menelepon Denny ingin melaporkan tentang overload barang. Telepon diangkat Denny dan menjawab singkat.

“Sebentar, nanti saya telepon lagi,” jawab Denny singkat ditirukan Adi.

Setelah mengobrol dengan Denny melalui telepon sekitar tiga menit, Adi melaporkan pekerjaan. Ketika akan menutup telepon, Deny bilang akan nge-Grab lagi, soal pekerjaan nanti akan dibahas di kantor saja.

Namun, hingga Kamis siang Denny tak tampak di kantor. Denny harusnya masuk pukul 11.00. Bahkan sekitar pukul 9.00, Sandra istri Denny datang ke tempat kerja suaminya. Dia menanyakan keberadaan suaminya karena semalaman tidak pulang.

Teman kerja Denny pun berusaha membantu dengan menanyakan ke teman-teman yang lain, hingga mendatangi rumahnya. Handphone juga coba dihubungi namun tidak aktif.

Hingga pada siang hari mendapat kabar penemuan mayat di Kenjeran melalui media sosial. Melihat ciri-ciri fisik dan pakaian serta jam tangan yang dikenakan korban, rekan-rekan kerjanya meyakini bahwa itu manager mereka.

“Baju, celana, dan jam tangan yang dikenakan sama seperti yang dipakai saat meeting semalam. Pak Denny juga sempat cerita baru beli kobil baru Daihatsu Xenia yang dia gunakan untuk nge-Grab,” tandas Adi.

Berdasar identifikasi jenazah, ada beberapa luka tusuk dan sabetan senjata tajam di tubuh korban. Mulai leher, dada, punggung, mata kanan, hingga kepala.

“Ada 32 luka tusukan yang ditemukan,” terang Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here