Angklung dan Lukis Batik di Bandara Changi Singapura

0
874
Angklung dan Lukis Batik di Bandara Changi Singapura

Liputan1.com-Angklung dan Lukis Batik di Bandara Changi Singapura

Langkah cerdas Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terus memanen pujian. Salah satunya bekerjasama mutualisme dengan Changi International Airport Singapore, yang sangat strategis itu. “Tiga Minggu, Wonderful Indonesia menjaring “ikan” di kolam tetangga!” kata Arief Yahya.

Persisnya, 10 Maret hingga 2 April 2017, cultural andalan pariwisata Indonesia tampil dalam tema “Wonderful Indonesia pada Discover Indonesia: an Indonesian-Themed Exhibition in Changi Airport.” Budaya Indonesia mengangkat nama bandara Changi yang dilewati jutaan manusia setiap bulan itu. “Bagi kita, juga untung. Bisa ikut promosi buat 15 juta wismannya Singapore setahun,” kata Menpar Arief.

Menurut Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, Rizki Handayani, kegiatan yang digelar Kemenpar bekerjasama dengan KBRI Singapura dan Changi Airport Group (CAG) ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu.

Hasilnya semakin bagus dan sekarang diperkuat dengan Visit ASEAN@50, keputusan bersama dalam ministrial meeting di Singapore 2017, untuk bersama-sama memasarkan pariwisata kawasan ASEAN. “Program di Changi ini menjual dua country satu destination, bukan hanya berjualan Changi atau Indonesia saja,” kata dia.

Tahun ini, keikutsertaan Kemenpar yang bersifat pendukungan dinilai sangat efektif dan efesien karena mendapatkan eksposur yang sangat besar dengan waktu yang cukup lama tetapi anggaran yang dikeluarkan tidak besar. “Kerjasama dengan CAG harus tetap terjallin dimasa yang akan datang. Pengembangan kerjasama dalam bentuk yang lain saat ini sedang dalam tahap penyusunan yang dibantu oleh VITO Singapura,” katanya.

Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menghadirkan cultural performances diantaranya tarian nusantara, demo batik, carnival, fashion show dan musik sasando. Selain itu Kemenpar juga mengadakan promosi souvenir dan kuliner, coffecorner, lukis batik, pengisian visitors feedback, games dan memainkan musik angklung.

Sejak hari pertama acara hingga 19 Maret 2017 kemarin, para penumpang transit yang singgah di lokasi festival semuanya antusias dengan apa yang disajikan Kemenpar. Para wisatawan yang hadir di bandara tersebut ramai-ramai melihat dan mencoba semua persembahan Kemenpar salah satunya saat bermain alat musik angklung serta melukis batik.

Acara tersebut persis dilaksanakan di depan Discover yang ditempatkan di dalam maupun di luar Rumah Joglo. Tidak hanya orang tua, anak-anak pun ramai mencobanya. Para penumpang transit yang mencoba angklung tidak hanya berasal dari negara-negara Asia saja. Tapi juga dari Eropa. Karena angklung memang sudah sangat terkenal di seantero dunia.

“Bagaimana cara memainkan alat musik ini. Bagus sekali suaranya. Boleh saya mencobanya,” ujar Briyan (45), penumpang transit dari Belanda dengan bahasa Inggris.

Ketertarikan Discover Wonderful Indonesia juga ditunjukkan Wang Weo (35), warga Singapura yang kebetulan sedang berbelanja di super market yang ada di Bandara Changi. ” Sangat menarik dan indah,” ujarnya.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana menjelaskan, kegiatannya ini juga berkat andil CAG Singapura yang membangunkan dua konsep lahan yaitu paviliun Indonesia dan Playground. Untuk paviliun Indonesia dengan luas 20mx20m dibangun dengan konsep arsitektur Rumah Joglo serta dilengkapi interior berupa exhibition untuk display informasi mengenai Indonesia. Area playground seluas 10mx30m akan digunakan untuk area games dengan background pemandangan Gunung Bromo.

Selama tiga hari pelaksanaan di akhir pekan pertama, diperkirakan 4000 pengunjung merasakan kehangatan paviliun Indonesia. Paviliun Indonesia dibuka bagi pengunjung Terminal tiga Departure selama tiga minggu penuh sampai dengan 2 April 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here