Skandal Korupsi Walikota Madiun, KPK Periksa 7 Perwira Polisi

0
716
Skandal Korupsi Walikota Madiun, KPK Periksa 7 Perwira Polisi

Liputan1.com-Skandal Korupsi Walikota Madiun, KPK Periksa 7 Perwira Polisi

Skandal korupsi dan pencucian uang Wali Kota Madiun Bambang Irianto menyeret sejumlah perwira kepolisian. Mereka di antaranya, Direktur Reserse Kriminal Umum Kapolda Banten, Kombes Aldrin Hutabarat, Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, Kombes Ade Deriyan Jayamatra serta Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, Kombes Krisno Siregar yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (17/3).

Para perwira polisi itu diperiksa di Markas Brimob Polda Jatim di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng, Sidoarjo. “KPK hanya pinjam tempat saja, sudah koordinasi dengan kita,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin.

Machfud menjelaskan, pemeriksaan tersebut untuk memperkuat kesaksian atas kasus korupsi Wali Kota Madiun. “Cuma pemeriksaan biasa, apakah ada keterkaitan,” ungkapnya.

Selain tiga perwira tadi, ada juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Anom Wibowo. Serta tiga perwira berpaqngkat dua melati di pundak yakni AKBP Ucu Kuspriadi (Kasubag Anevdalpro SSD), AKBP Farman (Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Bali), dan AKBP Agus Yulianto (Kapolres Banyuwangi).

Sebelum ini, penyidik KPK juga memeriksa istri dan anak Walikota Madiun yakni E Suliestyawati dan Bonie Laksmana. Seperti ayahnya, Bonie juga merupakan kader DPC Partai Demokrat Kota Madiun.

Wali Kota Madiun Bambang Irianto awalnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun dan ditahan.  Bambang juga menjadi tersangka setelah diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 50 miliar dalam proyek tersebut. Ada pun, nilai proyek multiyears dari tahun 2009-2012 tersebut sebesar Rp 76,523 miliar.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK menemukan  sejumlah kasus lain seperti gratifikasi dan pencucian uang yang melibatkan Bambang. Dalam kasus pencucian uang, penyidik KPK telah menyita beberapa aset milik Bambang. Beberapa di antaranya, berupa emas batangan, mobil pribadi, tanah dan bangunan, serta uang dan tabungan di sejumlah rekening bank

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here