MPR Dukung GP Ansor Kembangkan Sektor Pertanian

0
368

Liputan1.com-MPR Dukung GP Ansor Kembangkan Sektor Pertanian

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang mengajak anak muda untuk kembali mencintai pertanian. Untuk itu, menurutnya, pemerintah perlu memberikan dukungan penuh agar generasi muda Indonesia berminat terjun mengurusi pertanian.

“Kalau ini anak-anak dikasih betul dorongan bantuan benar-benar. Insya Allah ini akan berjalan,” kata Oesman usai acara Sosialisasi 4 Pilar dan Halaqoh Nasional Pertanian di Asrama Haji Jakarta, Selasa (14/3/2017).

OSO, sapaan akrabnya, pun mengajak Gerakan Pemuda (GP) Ansor turut serta menjadi elemen penting dalam mengembalikan Indonesia sebagai negara agraris. GP Ansor, menurutnya, bisa menjadi perantara bagi pemerintah untuk memberikan dukungan ke petani, salah satunya berupa peralatan pertanian.

“Tapi jangan cuma dikasih permen dong. Kasih betul-betul melalui Ansor peralatan. Ansor nanti bertanggung jawab ke bawah,” ujarnya.

Ia menilai, apabila bantuan pertanian dari pemerintah langsung kepada rakyat dikhawatirkan tidak terdistribusi secara menyeluruh. Bantuan pertanian, kata OSO, perlu dikontrol agar benar-benar turun ke masyarakat yang membutuhkan.

“Percayakan lah kepada Ansor, kepada lembaga-lembaga seperti ini,” katanya.

OSO pun berharap, GP Ansor bisa menjadi garda terdepan untuk mengajak generasi muda tersebut dengan memberikan contoh turun ke desa-desa.

“Kalau Ansor semua kembali ke desa untuk bertani, makmur Indonesia ini,” pungkas OSO.

Hadir dalam kesempatan ini, antara lain: Anggota Komisi IV DPR Drs. H. Taufik R. Abdullah, dan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta dalam pidatonya mengajak para pemuda Ansor untuk bangkit, kembali ke desa dan membangun desanya. “Kalau semua pemuda Ansor kembali kedesa dan membangun desanya, saya kira makmur negara ini,” ujar Oesman Sapta. Tapi yang lebih penting lagi, kata Oesman Sapta, harus ada Undang-Undang Perlindungan Petani.

 “Kalau undang-undang itu belum ada sama saja bohong,” katanya kepada pers. Oesman Sapta juga menyinggung sepintas pertemuan Presiden dan para pimpinan lembaga negara di Istana beberapa saat sebelum dia menghadiri Halaqah Nasional GP Ansor ini.
“Saya hadir sebentar, karena saya sudah janji dengan GP Ansor,” kata Oesman Sapta, seraya menyatakan bahwa yang dibicarakan pada pertemuan itu soal kesenjangan sosial ekonomi. Menurut Oesman Sapta, karena di Indonesia 70 persen penduduk hidup dari pertanian. Itu artinya, mana mungkin ada kemakmuran kalau petani tidak dibantu.
Maka itulah pentingnya peran Bulog, misalnya, membantu petani dengan cara membeli hasil-hasil dari petani. “Jangan begitu musim paceklik beras tidak ada, akhirnya harus impor,” ungkap Oesman Sapta. Halaqoh Nasional diselenggarakan oleh PP GP Ansor bekerjasama dengan Perum Bulog dan MPR memang punya kepentingan membicarakan masalah pertanian.
“Karena mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU), termasuk di dalamnya Gerakan Pemuda Ansor, adalah petani,” ungkap Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here