Dorong Kuantitas Paten Civitas Akademika,Universitas Budi Luhur Resmikan Sentra HKI

0
709

Liputan1.com-Dorong Kuantitas Paten Civitas Akademika,Universitas Budi Luhur Resmikan Sentra HKI

Rektor baru Universitas Budi Luhur (UBL), Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto yang baru saja  dilantik di Auditorium UBL pada  Sabtu (11/3) langsung bergerak cepat

Rektor kelahiran Ponorogo ini bercita-cita membawa kampus tersebut masuk 50 atau 100 besar nasional. Saat ini, UBL menempati peringkat 415 nasional.‎ Dia optimistis target itu bisa dicapai dalam waktu tidak lama. “Sekarang ranking 415, harapan ke depan kami bisa 100 besar atau 50 besar nasional. Harapan itu yang kami siapkan, saya rasa dalam waktu singkat. Kalau tahun ini siap, kami bisa naik jadi 100 besar nasional. Itu saya yakin bisa‎,” kata Didik Sulistyanto usai pelantikan beberapa waktu yang lalu

Menuju Target 100 besar nasional, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat ( DRPM ) Universitas Budi Luhur menyelenggarakan kegiatan Peresmian Sentra HKI dan Seminar Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto, ini dihadiri Pembicara dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual,Kemristekdiktik  Ir. M Zainuddin M.Eng

Rektor UBL Prof Dr. Didik Sulistyanto dalam sambutannya “Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi khususnya Universitas Budi Luhur dengan meningkatkan kualitas Hak atas Kekayaan Intelektual ( HKI ). Membuka wawasan serta memfasilitasi civitas akademika Universitas Budi Luhur untuk meningkatkan jumlah kekayaan intelektual untuk bisa mendaftarkan Paten ke Sentral HKI, supaya banyak hasil karya Civitas Akademi UBL dalam bentuk HKI baik berupa Paten, Merk, Hak Cipta dll. Mengharapkan lebih banyak lagi kekayaan Intelektual yang didaftarkan oleh civitas akademika UBL untuk mencapai Rangking UBL 100 besar Nasional dan Akreditasi lembaga akan meningkat “ katanya

Pria ramah senyum ini menambahkan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki banyak Paten yang didaftarkan. Negara yang saat ini banyak memiliki paten adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Dalam kegiatan ini sekaligus diresmikan juga Sentral HKI oleh Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto Rektor Universitas Budi Luhur, Wa Ir. M. Zainuddin, M.Eng Pemeriksa Paten dari Dirjen KI Kemristekdikti, Dr. Krisna Adiyarta MSc.  Direktur DRPM Universitas Budi Luhur.  Sentral HKI ini adalah yang pertama kalinya diresmikan di Universitas Budi Luhur.

Setelah peresmian Sentra HKI Universitas Budi Luhur, acara dilanjutkan dengan Seminar dan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual dengan narasumber Ir. M. Zainuddin, M.Eng dari Dirjen KI Kementrian Ristekdikti dipandu oleh moderator Indra Riyanto, S.T., M.T.dosen Fakultas Teknik

Zainuddin yang saat ini menjabat sebagai Pemeriksa Paten di Dirjen Kekayaan Intelektual mengungkapkan bahwa banyak negara yang mempunyai  Sumber Daya Alam melimpah cenderung kurang maju daripada negara yang mempunyai banyak Sumber Daya Manusia yang memiliki  kekayaan intelektual.

Saat ini saja, Tiongkok menghasilkan kurang lebih 1.200 paten setiap tahunnya berdampingan dengan Amerika Serikat. Lebih lanjut, menurut data yang di paparkan,  pada tahun 2014 terdapat sekitar 8.014 permohonan paten di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 11% nya adalah permohonan paten yang diajukan oleh warga negara Indonesia, sementara 89% sisanya merupakan permohonan paten yang diajukan oleh warga negara asing.

Untuk itu Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berupaya meningkatkan kuantitas jumlah paten dengan menjadikannya sebagai salah satu Key Performance Index Universitas di Indonesia.

Dengan disahkannya UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten yang merivisi UUP sebelumnya merupakan suatu upaya pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan Paten di Indonesia. Upaya tersebut tercermin dalam UUP baru dengan cara e-filing, pemberian insentif, proses pemeriksaan yang efisien, dan cara pembayaran biaya pemelirahaan paten yang lebih mudah. Sehingga diharapkan semakin meningkatkan kuantitas paten di Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh 200 peserta dari mahasiswa dan dosen dilingkungan Universitas Budi Luhur

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here