Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia Tewas

0
1024
Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia Tewas

Liputan1.com-Bahrumsyah, Komandan ISIS Asal Indonesia Tewas

Komandan kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS), Bahrumsyah, dikabarkan tewas di Suriah, Senin (13/3/2017).

Dilansir dari laman Straitstimes.com, Bahrumsyah tewas mengenaskan.

Ia tewas dalam upaya penyerangan tentara Suriah yang gagal. Mobil yang ia kemudikan meledak saat perjalanan menuju unit Angkatan Darat Arab Suriah di Palmyra.

Peledak yang diangkut di dalam mobil tersebut meledak sebelum waktunya.

Kelompok teroris ISIS mengkonfirmasi kematian Bahrumsyah pada Selasa, (14/3/2017).

Meski pemimpinnya tewas, kelompok militan ini mengklaim serangan ‘Abu Muhammad Al Indonesi’ ini menyebabkan kerusakan dan kekacauan yang dialami Tentara Suriah.

‘Abu Muhammad Al Indonesi’ adalah julukan kelompok ISIS untuk Bahrumsyah.

Sosok Bahrumsyah menjadi terkenal pada tahun 2014 karena kemunculannya dalam sebuah video perekrutan yang dibuat ISIS.

Ia menyerukan seruan militan di negara asalnya, Indonesia, juga Malaysia, dan negara-negara lainnya untuk mau bergabung dalam ISIS.

Bahrumsyah dipilih Pemimpin ISIS, Abu Bakr al Baghdadi untuk memimpin Batalion pejuang ISIS dari Asia Tenggara.

Keterlibatan Bahrumsyah bersama Forum Aktivis Syari‟at Islam (Faksi) dan memproklamirkan diri untuk mendukung ISIS mempercepat perluasan wilayah di sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Ciputat, Banjarmasin, Bekasi, Solo, Sidoarjo, Malang, Bima, Lombok, dan Poso. Diketahui, Forum Aktivis Syariat Islam (Faksi), di mana Bahrumsyah bergabung, tanggal 8 Februari 2014, di Masjid Fathulah Universutas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan pengajian yang bertemakan Support and Solidarity for NIIS.
Setelah itu, muncul sebuah kelompok yang menyebut dirinya Anshar al-Khilafah di Jawa Timur tanggal 20 Juni 2014.
Satu bulan kemudian, dukungan yang sama muncul di Surakarta. Pada 4 Agustus 2014, kelompok pendukung NIIS sepakat mengganti nama NIIS menjadi SILIR, kependekan dari Suriah Indonesia Lan Iraq.
Empat hari kemudian, 8 Agustus 2014, sejumlah atribut NIIS juga bermunculan di Jambi. Sementara, di sebuah Masjid al-Muhajirin di Bekasi, dukungan terhadap NIIS juga dideklarasikan oleh sebanyak 50 orang jemaah tanggal 3 Agustus 2014. Peristiwa proklamir dukungan terhadap ISIS merambah di di Malang dan Sidoarjo.
Di Malang, muncul kelompok bernama Anshorul Khilafah. Pembaiatan dan pernyataan dukungan dilakukan di sebuah masjid di Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada tanggal 20 Juli 2014. Menurut laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), “Indonesians and the Syrian Conflict,” diperkirakan 100 sampai 300 militan Indonesia telah berjuang di Suriah dan tersebar membentuk kelompok-kelompok militer bersama Malaysia, diantaranya, Katibah Nusantara. Sementara, diperkirakan 2.000 orang di Indonesia berjanji setia untuk ISIS awal tahun ini. Ada tiga warga negara Indonesia yang kini menduduki posisi penting di struktur Islamic State (IS). Ketiganya kini berada di Suriah. “Mereka adalah Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Abu Jandal. Bahrumsyah leader di Suriah. Bahrun dan Abu Jandal ahli propaganda,” jelas Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti. Terkait Bahrumsyah, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropiyono berharap Polri dapat menangkap Bahrumsyah. “Saya dengar ada perintah untuk mengejar Bahrun Naim. Saya nitip untuk mengejar yang lebih tinggi lagi. Disitu ada Bahrumsyah, itu agitator ulung,” ujar Hendropriyono semalam di sebuah program TV swasta, Selasa (19/1). Dari cerita Hendropriyono soal sepak terjang Bahrumsyah, ia merupakan seorang yang lihai dalam pertarungan urat syaraf terhadap Polri dan TNI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here