GP Ansor Siap Urus Jenasah yang Ditolak

0
701
GP Ansor Siap Urus Jenasah yang Ditolak

Liputan1.com-Gerakan Pemuda (GP Ansor) akhirnya tidak tinggal diam menanggapi polemik penolakan mensholati jenazah karena mendukung salah satu paslon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2.

Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor Yaqut Cholil menyebut penolakan mensalatkan jenazah karena pilihan politik itu keterlaluan. Padahal, kata Yaqut, mensalatkan jenazah wajib dalam Islam.

“Sampai ada orang atau kelompok orang yang tidak membolehkan mensalatkan jenazah yang beda pilihan politik, kan ini sudah keterlaluan menggunakan agama. Padahal dalam Islam mensalatkan jenazah muslim itu adalah fardu kifayah. Kalau orang disuruh meninggalkan kewajiban ini dosa siapa, kan nggak boleh begitu,” kata Yaqut di Kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3/2017).

Selain itu juga, dalam sebuah capture diskusi grup WA GP Ansor Jakarta Barat, pengurus Ansor Jakarta Barat menegaskan akan mengurus jenazah khususnya di Jakarta Barat yang ditolak karena perbedaan pilihan politik.

Bagi Pengurus Ansor Jakarta Barat, mengurus jenazah muslim adalah fardlu kifayah, yang artinya kewajiban sosial. Kalau tidak ada yang mengurus maka dosa akan ditanggung semua oleh orang di wilayah itu.

Sikap pengurus Ansor Jakarta Barat ini wajib diapresiasi yang menunjukan ajaran Islam yang ramah, bukan ajaran kebencian yang dilabelkan pada Islam dan masjid-masjid yang saat ini sedang marak. Terima kasih Ansor dan Banser Jakarta Barat.

Sementara GP Ansor di wilayah lain ikut menanggapi reaksi dari penolakan mensholati jenazah.

Gerakan Pemuda (GP Ansor) Jakarta bersama Banser Jakarta ikut turun gunung menanggapi polemik penolakan mensholati jenazah karena mendukung salah satu paslon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2.

“Sikap kami sama dengan Ansor lainnya, yaitu menerima pengurusan jenazah yang ditolak oleh masyarakat dilingkungannya karena mendukung salah satu paslon Gubernur DKI Jakarta,” tegas Ketua GP Ansor Jakarta Selatan, Sulton Mu’minah, Sabtu (11/3).

Selain pimpinan cabang GP Ansor Jaksel, hal serupa juga akan dilakukan GP Ansor Jaktim yang bersedia menerima pengurusan jenazah yang diboikot tersebut.

“Jenazah jika ada yang ditolak maka akan disholatkan keluarga besar PC GP Ansor Jaktim dipimpin Ust H. Syahrul Kama dan Ust. Syaiful,” terang Joemenar.

Lebih lanjut, Sulton menilai jika kampanye Ulama, Ustadz dan Jamaah Masjid menolak urus jenazah orang Islam yang memilih Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah sesuatu .yang berlebihan.

“Menurut kami itu berlebihan,” tandasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here