Heboh Permen Dot Mengandung Narkoba

0
896
BNN Pastikan Permen Dot Tidak Mengandung Narkoba

Liputan1.com-Heboh Permen Dot Mengandung Narkoba

Warga Surabaya kini tengah dihebohkan dengan keberadaan Permendot. Kisahnya viral di berbagai media sosial.

Permen dot yang terindikasi mengandung zat aditif narkoba itu sudah lama dijual di sejumlah sekolah di Surabaya. Permen ini dikemas berbeda dengan permen kebanyakan.

Permen Dot Belum Tentu Kandung Narkoba, Begini Penjelasan Lengkap Ketua BNN Surabaya

Permennya berbentuk bubuk berwarna merah muda dan dibungkus kertas putih.

Di bagian luar pack nya, ada tulisan permen keras. Bungkusan bubuk itu lalu dimasukkan ke dalam botol yang ditutup dengan bentuk dot.

Cara mengkonsumsinya, bubuk tersebut harus dicampur dengan air.

Ahmad Balian salah satu siswa SDN Bubutan III mengatakan permen ini sudah lama ada di sekolahnya.

“Yang jual orang di depan sekolah, bukan di kantin dalam sekolah. Harganya seribu dapat satu,” kata Balian.

Siswa ini menyebutkan jika sudah dicampur air, maka bubuk itu akan mengental dan jadi seperti permen. Baru setelah itu dikonsumsi. “Rasanya manis terus ada kecut-kecutnya,” ucap Balian.

Menurutnya, permen itu cukup diminati lantaran murah dan bentuknya menarik.

amat Sawahan M Yunus mengatakan, update terakhir untuk razia permen dot itu, ada sebanyak 24 biji permen dot yang diamankan. Permen itu diamankan dari tiga sekolah yaitu SDN Pakis I, II dan IX Jalan Pakistirtosari VIII.

“Selain itu kita juga razia di sekitar makam kembang kuning. Jadi nggak hanya di lingkup sekolah saja. Melainkan juga di luar sekolah kami sisir,” ucapnya.

Selain 24 biji permen dot, satpol PP di kecamatannya juga mengamankan sebanyak 33 strip permen keras berbentuk ayam, dan 14 pak permen keras.

“Kami mendapat info kalau permen itu mengandung kandungan berbahaya. Salah satunya formalin untuk yang permen keras.Sedangkan yang permen dot kita masih koordinasi dengan dinkes untuk kandungan narkobanya,” lanjutnya

Pengakuan Siswa yang Mengkonsumsi Permen Dot

Ananda Akil Habibi, siswa SDN Bubutan III mengatakan bahwa permen itu biasa dibeli ia dan teman-temannya. Ananda mengaku tidak takut meski di bagian kemasan ada tulisan Permen Keras.

“Teman teman beli, ya ikut aja. Cuman seribu sudah dapat satu bungkus. Kalau yang permen gambar angsa itu seribu dapat dua,” kata Ananda, Selasa (7/3/2017).

Namun ia mengaku setelah mengkonsumsi permen dot itu ada dampak yang dirasakan. Yaitu pusing dan menimbulkan penyakit batuk-batuk.

“Habis makan permen dot itu kepala suka pusing, padahal rasanya manis,” kata Ananda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here