248 Rumah Hancur Kena Angin Puting Beliung

0
1161
248 Rumah Hancur Kena Angin Puting Beliung

Liputan1.com-248 Rumah Hancur Kena Angin Puting Beliung

Angin puting beliung memporak porandakan 248 rumah di Desa Langlang, Singosari, Malang, Jawa Timur, kemarin sore. Empat rumah roboh total, 33 rumah mengalami rusak berat dan 134 lainnya rusak sedang.

Sementara 81 rumah mengalami rusak ringan. Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, seorang warga, Damawi (50 tahun), luka ringan akibat tertimpa reruntuhan rumah. Susti mengaku, selama hampir 30 tahun tinggal di desa itu, baru kali ini puting beliung melanda.

Berdasar penuturan warga, di awali gerimis sekitar Pukul 16.00 WIB, mendadak angin kencang dan bertekanan tinggi menghempas di lingkungan Desa Langlang, Singosari. “Angin langsung menyasar rumah-rumah warga. Langsung di masjid warga azan, (angin kencang) hilang, terus datang lagi,” ujar Susti, warga Desa Langlang, Rabu (8/3).

Ia berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk merenovasi rumahnya. “Teras saya roboh. Genting juga banyak yang terbang. Belum tahu dikasih bantuan apa tidak. Saya berharap dikasih bantuan bahan bangunan untuk merenovasi supaya seperti sebelumnya,” katanya.

Rekaman video amatir diambil dan diunggah oleh warga Desa Langlang, Singosari, Malang, kemarin:

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dibantu TNI, Kepolisian, dan relawan mengutamakan dulu evakuasi warga. Setelah itu baru merenovasi rumah-rumah yang rusak.

“Material akan disiapkan Pemkab. Nanti pembangunan dilakukan gotong royong. Kabupaten Malang sangat rawan, angin puting beliung itu tidak kenal musim. Kerusakan ringan hingga berat akan kita beri bantuan semuanya,” kata Bupati Rendra Kresna.

Bupati menyebut puting beliung memang susah diprediksi. Kabupaten Malang memang rawan bencana karena berada di daerah pegunungan. Peristiwa serupa sebelumnya terjadi di wilayah Dau, Kabupaten Malang.

“(Puting beliung) Itu proses pembentukan awan dingin dan awan panas. Tidak bisa diprediksi. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan masyarakat. Untuk itu kita bentuk desa siaga. Masing-masing desa nanti harus jadi desa siaga,” kata Bupati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here