Minggu Depan, Pengacara Ahok Hadirkan 4 Saksi. Siapa Saja ?

0
457

Liputan1.com-Minggu Depan, Pengacara Ahok Hadirkan 4 Saksi. Siapa Saja ?

Sidang ke-13 kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selesai digelar. Sidang pun akan dilanjutkan pada Selasa (14/2/2017) pekan depan.

“Sidang diskors dan dilanjutkan kembali Selasa, 14 Maret 2017, pekan depan,” kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (7/3/2017).

Seusai persidangan, salah satu pengacara Ahok, Teguh Samudera, mengatakan pihaknya akan mendatangkan 4 saksi meringankan dalam persidangan pekan depan.

“Minggu depan, tadi sudah ditentukan majelis hakim kita diminta menghadirkan 4 saksi yang meringankan sekaligus. Saya nggak hafal semua. Masih saksi fakta,” ujar Teguh saat akan meninggalkan lokasi persidangan.

Keempat saksi itu nantinya akan dimintai keterangan terkait dengan latar belakang kehidupan Ahok dan latar belakang apa yang dilakukannya itu bukanlah penodaan agama. “Akan menjelaskan latar belakang kehidupan Pak Ahok, latar belakang yang dilakukannya bukan karena ada niat menodai dan tidak suka agama Islam, bahwa bukan tidak suka dengan ulama, itu tidak ada semuanya,” jelasnya.

Di sisi lain, jaksa penuntut umum tidak mempermasalahkan jika penasihat hukum ingin menampilkan tentang karakter Ahok. Menurutnya, itu bukan termasuk isi dakwaannya.

“Saya nggak buat dakwaan tentang itu,” kata ketua JPU Ali Mukartono saat ditanyai seusai persidangan.

Dia menjelaskan, dari saksi-saksi yang dihadirkan, pihaknya juga mengambil poin sejak kapan Al-Maidah 51 ini dibahas oleh Ahok. Menurutnya, pidato tersebut tidaklah berdiri sendiri.

“Makanya tadi saya tanya ke saksi pertama, evaluasi kegagalan di Pilgub Babel apa. Pertama, dia jawab soal penggelembungan suara; kedua, ada selebaran Surat Al-Maidah 51. Berarti Al-Maidah ini diposisikan sebagai penghambat. Saksi ketiga juga seperti itu, ketika dia mengatakan dari partai pengusung. Saya tanya apakah kegagalan di Babel juga dibahas, dia jawab iya. Artinya, dibahas Al-Maidah sebelum ke Kepulauan Seribu. Rangkaian seperti ini kan tidak berdiri sendirian, jadi saling berkaitan,” jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here