Duh Gusti..40 Tokoh Elit Kecipratan Duit Proyek E-KTP

0
625

Liputan1.com-Duh Gusti..40 Tokoh Elit Kecipratan Duit Proyek E-KTP

Banyak pihak menanti Komisi Pemberantasan Korupsi menguak siapa saja tokoh elit yang disebut kecipratan duit proyek KTP Elektronik (E-KTP). Apalagi, terkuaknya aktor-aktor penting dalam kasus tersebut bisa meruntuhkan kredibilitas institusi DPR mengingat Ketua DPR Setya Novanto juga diduga punya peran penting dalam penyelewengan megaproyek berbiaya Rp 5,9 triliun ini.

“Saya minta kasus ini dituntaskan, disegerakan, kalau memang ada anggota kami di DPR yang bermain, ajukan saja mereka ini secepatnya ke persidangan. KPK juga harus mampu menjaga kredibilitas institusi dan lembaga lain, termasuk DPR,” ujar anggota Komisi II DPR RI, Arteria Dahlan di Jakarta, Selasa (7/3).

Selain Novanto, Anggota DPR 2009-2014 lain dari hampir seluruh fraksi disebut kasus ini seperti Arif Wibowo (Komisi II, PDIP), Nurul arifin (Komsii II, Golkar), Mahfudz Shiddiq (Ketua Komisi II, PKS) serta Ganjar Pranowo, Wakil Ketua Komisi II yang kini menjabgat Gubernur Jateng. Nama besar lain yakni Gubernur Bank Indonesia yang kala itu menjabat Menteri Keuangan Agus Martowardjojo dan politisi PDIP yang kini menjadi Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly.

Arteria menekankan banyak sekali anggota Komisi II DPR RI yang bersih, yang datang ke DPR untuk bekerja dan mengabdi. Jika kasus KTP elektronik berlarut-larut akan mengakibatkan pembusukan karakter institusi DPR dan pemerintah saat ini.

“Tolong pikirkan kami. Kasus ini juga telah membuat teman-teman di Kemendagri bekerja dengan penuh kecemasan, kecurigaan dan tidak tenang. Siapa pun yang salah harus dimintakan pertanggungjawaban,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Kendati banyak elit politik PDIP terindikasi ikut menikmati duit panas proyek Kemendagri tahun 2011-2012itu, Arteria tetap mendukung KPK segera menuntaskannya. Ia menegaskan seluruh pemburu rente dalam proyek strategis yang berdampak luas dan menyangkut kepentingan publik serta hajat hidup orang banyak merupakan perbuatan biadab dan harus dihukum seberat-beratnya.

“Saya apresiasi KPK, jangan takut, kami semua mendukung dan berada di belakang KPK. Kerja benar, kerja baik, dan jangan main politik, saya yakin itu semua amunisi KPK,” ucapnya.

KPK sebelumnya mengungkapkan, skandal korupsi e-KTP akan menciptakan guncangan politik nasional. Pasalnya, banyak nama besar penyelenggara negara yang akan terungkap di persidangan Irman dan Sugharto, dua orang mantan pejabat di Kementerian Dalam Negeri.

Seluruhnya terduga penerima suap sebanyak 40 nama itu sudah dicantumkan dalam nota dakwaan Irman dan Sugiarto setebal 24 ribu halaman.

“Kalau Anda mendengarkan tuntutan yang dibacakan, Anda akan sangat terkejut. Banyak orang yang namanya akan disebut di sana,” kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (3/3) lalu.

Namun, KPK enggan merinci identitas penyelenggara negara tersebut berasal dari Parlemen Senayan atau pemerintah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Globalindo, total duit proyek Rp 2,3 triliun mengalir ke seluruh nama yang disebut dalam dakwaan tadi.

“Ada indikasi aliran dana pada sejumlah penyelenggara negara,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Senin (6/3).

Terkait total duit yang disebutkan tadi, Febri tak mau membenarkan atau membantahnya. Ia hanya mengkonfirmasi dari 14 orang yang telah mengembalikan uang proyek seluruhnya baru mencapai Rp 30 miliar.

“Ada pihak lain yang diduga menerima,” kata Febri. “Konteks utuhnya akan kami sampaikan mulai dakwaan, 9 Maret nanti,” kata Febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here