Kemenangan Semen Padang Dirampok Wasit

0
405
Kemenangan Semen Padang Dirampok Wasit

Liputan1.com-Kemenangan Semen Padang Dirampok Wasit

Semen Padang unggul dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya Arema FC mengalahkan atas Semen Padang FC di leg kedua Semifinal Piala Presiden 2017 dengan skor 5-2. Kemenangan ini mengundang tanda tanya besar. khususnya dari Tokoh muda Minang yang menduga Kemenangan Arema FC atas timnya ini adalah permainan mafia.

Tokoh muda minang yang langsung hadir di Stadion Kanjuruhan Malang, Andre Rosiade menilai ada yang tak beres dengan kinerja wasit. Menurutnya, ada dua gol Arema yang off side yakni di gol pertama dan gol keempat. Andre Rosiade juga menilai kemenangan Semen Padang Dirampok Wasit, Mafia Bermain?

Andre menjelaskan pada gol pertama, pada tayangan ulang jelas-jelas Gonzales sudah berada di belakang pemain Semen Padang. Lalu di gol keempat, Gonzales sudah ada di depan pengumpan. Ia menilai, Semen Padang jelas dirugikan.

“Ini aneh. Semen Padang selalu dirugikan setiap bermain dengan Arema di laga krusial. Ntah itu di Padang ataupun di Malang. Di babak delapan besar ISL 2014, pelanggaran di kotak penalti Arema justru diabaikan wasit, dan ada beberapa kejanggalan lainnya, seolah ada mafianya,” kata Andre, Jakarta, Senin (6/3)

Andre juga mempertanyakan seorang Iwan Budianto yang jelas-jelas Ketua Panpel Piala Presiden ada di bench Wasit. Padahal, tempat itu disediakan untuk LGC, Media Officer, dan wasit cadangan.

Menurutnya, keberadaan Iwan sangat tidak etis. Andre khawatir, jika ini tak kunjung dituntaskan, bisa menjadi preseden buruk terhadap PSSI yang ingin membenahi sepakbola Indonesia.

Kata Andre, pengelolaan sepakbola saat ini memang mengarah kepada industri. Tapi, industri tentunya tak harus mengorbankan sportifitas
dengan menghalalkan segala cara demi keuntungan dari sepakbola.

“Jadi, dikhawatirkan, jika yang main di final adalah PBFC dan Semen Padang, mereka khawatir rating rontok. Jika memang demikian adanya, ini jelas salah besar. Jangan korbankan sportifitas dengan industry,” tegasnya.

Dengan kekalahan ini, Semen Padang gagal mengulang sukses tahun 2015 saat mampu menginjak babak final Piala Jenderal Sudirman. Di Piala Presiden tahun 2017 ini sendiri akan berhadapan Pusammania Borneo FC dengan Arema.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here