Duka TKW di Timur Tengah, Nggak Sadar Ginjalnya Diambil Satu

0
591

Liputan1.com-Sri Rabitah (25), tenaga kerja wanita Indonesia (TKW) asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, kehilangan satu ginjal setelah beberapa tahun lalu bekerja di Doha, Qatar. Diduga, ginjalnya diambil ketika ia merantau di Timur Tengah itu.

Kisah itu berawal pada 2014. Saat itu, Sri yang baru saja pulang dari Malaysia ditawari buat bekerja di Abu Dhabi oleh seorang perempuan bernama Ulfah. Sri kemudian dibawa oleh perempuan yang beralamat di Batu Keruk Akar-akar itu melaksanakan cek kesehatan di Mataram.

Kemudian, setelah dinyatakan lulus cek kesehatan, Sri dibawa ke PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta untuk menjalani pelatihan untuk penempatan di Abu Dhabi. Pada 27 Juni 2014, Sri bersama 22 orang lainnya diberangkatkan menuju Abu Dhabi.

Namun Sri justru dikirim ke Doha, Qatar. Di sana dia bekerja pada majikan bernama Madam Gada. Informasi yang diterima wartawan, Senin (27/2), setelah satu minggu bekerja, Sri dibawa oleh sang majikan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan karena dianggap lemah.

Sri dibawa ke ruang operasi dengan alasan untuk mengangkat penyakit. Sri lantas disuntik hingga tak sadarkan diri. Setelah seminggu pelaksanaan operasi, Sri dikembalikan ke PT Aljajira Qatar karena dianggap tidak bisa bekerja dan lemah sebagai asisten rumah tangga.

Sesampainya di PT tersebut, Sri mengalami tindakan kekerasan karena dianggap tidak bisa bekerja. Sri pun dipindah-pindah kerja dengan alasan PT tidak mau tahu Sri harus bekerja. Sri akhirnya dikirim pulang dengan tidak digaji dan hanya sampai Surabaya. Setibanya di Surabaya, Sri dibantu oleh seseorang dan dipulangkan ke Lombok.

Sekitar Juli 2014, Sri sampai di rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun Sri sering mengalami sakit sakit. Tiga tahun kemudian tepatnya Februari 2017, Sri melakukan cek kesehatan ke RSUD Tanjung.

Setelah diperiksa dan melihat hasil rongen, ternyata ginjal sebelah kanan Sri tidak ada dan sudah diganti dengan pipa plastik. Saat ini Sri sedang menunggu jadwal operasi untuk mengangkat pipa yang ada di tubuhnya.

 

Tanggapan Penyalur

PT Falah Rima Hudaity Bersaudara yang kini berganti nama menjadi PT Panca Banyu Ajisakti adalah perusahaan yang menyalurkan Sri Rabitah bekerja di Doha, Qatar, sebagai TKI. Bagaimana tanggapan pihak penyalur atas hilangnya ginjal Sri Rabithah.

Pihak perusahaan berjanji akan menyelesaikan kasus dugaan pencurian ginjal yang dialami Sri. Muhammad, karyawan PT Falah Rima Hudaity Bersaudara yang kini berubah menjadi PT Panca Banyu Ajisakti, mengatakan perusahaannya berjanji akan menyelesaikan kasus ini.

Dia berjanji pihak perusahaan akan menghubungi keluarga Sri buat menanyakan apa permintaan keluarga, lalu mengonfirmasi ke pihak perwakilan dan ditembuskan ke pihak majikan.

“Ini akan kita tindak lanjuti, jadi permintaan TKI nya seperti apa. Kita langsung konfirmasi ke pihak perwakilan dan ditembuskan ke pihak majikan dan nanti kita lampirkan untuk penyelesaian kasusnya,” katanya dikutip dari merdeka.com di kantor PT Panca Banyu Ajisakti, Jakarta, Senin (27/02).

Dia mengatakan, untuk menyelesaikan kasus ini kantor cabang akan melakukan investigasi. Berkas yang didapatkan nanti akan dikonfirmasi ke pihak Imigrasi. “Dari hasil investigasi dari kantor cabang, kita konfirmasi dari pihak imigrasi,” katanya.

Dia belum bisa memastikan berapa lama kira-kira kasus ini akan dapat diselesaikan. Mengingat kasus ini tidak seperti kasus lain yang pernah perusahaan selesaikan, seperti masalah gaji. “Kita belum bisa memastikan kapan selesai, karena kan kasusnya beda,” katanya.

Menurutnya, Sri diberangkatkan ke Qatar berdasarkan rekomendasi dari daerah. Selama ini perusahaan yang memberangkatkan Sri tidak pernah melakukan kontak, Sri juga belum pernah komplain apa pun ke perusahaan.

“Belum pernah ada kontak. Sejak awal dari daerah mau dikirim ke Qatar Sri sudah tahu, karena rekomendasi dari daerahnya juga Qatar. Selama Sri di sana belum pernah ada komplain,” katanya

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here