Presiden Jokowi Terima Gelar Adat Maluku, Ini Penampilannya

0
652

Liputan1.com-Presiden Jokowi Terima Gelar Adat Maluku, Ini Penampilannya

Presiden Joko Widodo mendapat gelar adat kehormatan di Provinsi Maluku. Gelar adat ini diberikan atas dasar keputusan majelis adat Maluku yang terdiri dari tetua adat atau Latupati.

Dalam keterangan tertulis dari Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Jumat (24/2/2017), gelar adat kehormatan itu bernama ‘Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku’, dapat diartikan sebagai pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku.

Terima Gelar Pemimpin Besar Maluku, Jokowi Kenakan JubahFoto: Presiden Jokowi Berjubah Adat Maluku (Dok Sekretariat Kepresidenan)

“Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab untuk memajukan Maluku, untuk menyejahterakan rakyat Maluku,” kata Jokowi menyambut gelar kehormatan itu, di Kristiani Center, Ambon, Maluku.

Terima Gelar Pemimpin Besar Maluku, Jokowi Kenakan JubahFoto: Presiden Jokowi Berjubah Adat Maluku (Dok Sekretariat Kepresidenan)

Gelar itu diterima Jokowi di sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku. Jubah kebesaran, kain ikat pinggang, kain bahu, mahkota kebesaran, dan tongkat adat kehormatan diberikan ke Jokowi dari Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonafaxius Silooy. Jokowi berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan warga Maluku ini.

Jokowi menyatakan kebanggaannya pada kearifan lokal rakyat Maluku yang berbasis persaudaraan. Dengan falsafah Siwalima, perbedaan dan keragaman budaya masyarakat Maluku dapat dipersatukan.

Terima Gelar Pemimpin Besar Maluku, Jokowi Kenakan JubahFoto: Presiden Jokowi Berjubah Adat Maluku (Dok Sekretariat Kepresidenan)

“Menggunakan falsafah Siwalima yang menyatukan semua perbedaan kelompok, menjadi kekuatan perekat yang abadi. Sejarah sudah menyaksikan bagaimana kearifan lokal Maluku dapat dengan cepat memulihkan keadaan setelah terjadinya konflik sosial pada waktu yang lalu,” ucapnya.

Jokowi berharap masyarakat Maluku terus menjaga keberagaman dengan harmonis. Dengan begitu, maka perdamaian akan terus ada. “Maka saya harap Musyawarah Besar para Latupati se-Maluku hari ini akan dapat terus merawat kebhinnekaan yang ada, kemajemukan yang ada, keharmonisan yang ada, dan membingkai perdamaian Maluku dalam semangat hidup orang bersaudara,” kata Jokowi.

Dia kemudian menyampaikan pantun dalam bahasa Maluku. Isi pantun itu menjelaskan, walaupun terpisah jarak, namun masyarakat Maluku akan senantiasa ada di hati Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here